Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Satelit Ungkap Gambar Terjelas Tsunami Raksasa di Samudra Pasifik

Satelit Ungkap Gambar Terjelas Tsunami Raksasa di Samudra Pasifik


Rachmatunnisa - detikInet

Gambar tsunami raksasa resolusi tinggi
Foto: Earth.com
Jakarta -

Satelit canggih milik NASA dan Prancis, Surface Water and Ocean Topography (SWOT), untuk pertama kalinya berhasil menangkap gambaran detail resolusi tinggi dari tsunami raksasa yang melintasi Samudra Pasifik.

Temuan ini membuka pemahaman baru tentang bagaimana gelombang tsunami sebenarnya bergerak di lautan terbuka. Peristiwa ini terjadi setelah gempa besar berkekuatan magnitudo 8,8 di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada 2025. Sekitar 70 menit setelah gempa, satelit SWOT melintas dan merekam tsunami yang sedang bergerak di lautan.

Berbeda dari teknologi sebelumnya, SWOT mampu memindai permukaan laut dalam area sangat luas sekaligus, bukan hanya garis sempit. Hal ini memungkinkan ilmuwan melihat bentuk tsunami secara utuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ibaratnya data SWOT adalah sepasang kacamata baru. Sebelumnya, dengan sensor DART, kami hanya bisa melihat tsunami di titik-titik tertentu di luasnya lautan," ujar Angel Ruiz-Angulo, penulis utama studi dari University of Iceland, dikutip dari Earth.com.

"Sekarang, dengan SWOT, kami bisa menangkap area hingga sekitar 120 kilometer dengan resolusi tinggi yang belum pernah ada sebelumnya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Pola Tsunami Ternyata Lebih Kompleks

Data dari SWOT menunjukkan bahwa tsunami tidak bergerak sebagai satu gelombang besar seperti yang selama ini dipahami. Sebaliknya, gelombang tersebut menyebar, terpecah, dan membentuk pola kompleks di sepanjang samudra.

Temuan ini bahkan disebut berpotensi mengubah model ilmiah yang digunakan untuk memprediksi tsunami. Pengamatan menunjukkan adanya gelombang tambahan dengan panjang gelombang pendek yang tertinggal di belakang gelombang utama. Ini adalah fenomena yang sebelumnya sulit terdeteksi.

Keunggulan SWOT terletak pada kemampuannya memetakan permukaan laut hingga lebar sekitar 120 km dalam sekali lintasan. Kemampuan ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan akurasi sistem peringatan dini tsunami di masa depan.

"Menangkap tsunami ini dengan SWOT di dekat sumbernya memberi kami data penting tentang bagaimana gempa menghasilkan tsunami," kata peneliti dalam studi tersebut.

Data ini akan membantu ilmuwan membangun model yang lebih realistis secara fisik dan meningkatkan penilaian risiko bagi wilayah pesisir. Selama ini, ilmuwan hanya mengandalkan buoy (pelampung) di laut dalam yang memberikan data terbatas di titik tertentu.

Kini, dengan SWOT, mereka bisa melihat gambaran besar secara real-time dan lebih detail. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam ilmu kebumian dan mitigasi bencana, karena memberikan cara baru untuk memahami bagaimana tsunami terbentuk dan menyebar di lautan. Ke depan, teknologi seperti SWOT berpotensi membuat sistem peringatan tsunami menjadi lebih cepat, akurat, dan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa.




(rns/rns)




Hide Ads