"Amerika yang besar saja masih memproteksi pasarnya, apalagi kita," ujarnya saat diwawancarai melalui video conference ketika melakukan uji coba Wimax milik Indonesia Tower di ICT Expo 2008, Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
"Maksud dari proteksi di sini bukan sekadar memanjakan tapi bagaimana negara ini ibaratnya melindungi bayi yang baru lahir. Jadi tidak mungkin langsung melawan rakasasa. Namun begitu bayi ini besar, saya yakin bisa bersaing dan mengalahkan teknologi asing nantinya," ia menambahkan dengan antusias.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua MPR mengaku bangga anak bangsa bisa menghasilkan karya terbaik dalam teknologi komunikasi informasi tingkat tinggi. Ia pun menyatakan siap mendukung upaya semacam ini karena dinilai bisa memperbaiki imej Indonesia yang dianggapnya kadung terkenal dengan bencana.
"Wimax lokal bisa menjadi inspirasi dan tonggak penting kebangkitan bangsa ini. Namun saya ingatkan, dengan prestasi ini jangan pula kita cepat berpuas diri. Malah sebaliknya, harus lebih tertantang lagi," pungkasnya.
Dukungan untuk teknologi Wimax lokal juga diutarakan Dirjen Postel. Ia pun meminta masukan dan pandangan bagaimana membantu industri lokal dengan insentif.
"Sehingga pada saat industrinya sudah kuat nanti, pasar kita bukan cuma di dalam negeri, tapi juga global," harap Basuki.
Sementara, Ketua Mastel mengingatkan. "Dukungan untuk industri lokal memang baik, tapi tidak cuma dari sisi perangkat kerasnya saja, konten isi juga penting. Karena kalau cuma hardware saja, takutnya konten dikuasai juga oleh luar."
Terkait penyedian perangkat Wimax, Presdir Indonesian Tower mengaku siap untuk memproduksinya secara massal. "Kami siap saja jika diminta," tegas Trenggono.
Ia pun menandaskan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah operator untuk menyediakan perangkat base transceiver station (BTS) dan customer premise equipment (CPE) Wimax.
Ingin ngobrol seputar Wimax atau koneksi internet? Diskusikan saja di detikINET Forum... (rou/rou)