Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, mengakui hal tersebut jika membandingkan penurunan tarif yang ditawarkan Telkom. Menurutnya, dari 17 penyelenggara jaringan lainnya, baru penawaran Telkom yang disetujui melalui Keputusan Dirjen Postel No.115/2008.
Dari tarif yang ditawarkan untuk biaya instalasi, Telkom secara rata-rata memang masih lebih mahal dibanding India, namun lebih murah dibanding negara lain. Telkom menawarkan tarif rata-rata Rp 2.400.000 untuk tarif sewa mulai dari jarak terdekat sampai terjauh . Sedangkan India Rp 233.976, Thailand Rp 8.515.920, Singapura Rp 9.793.170 dan Australia Rp 64.519.616
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari perbandingan di atas nampak realitanya tarif sewa jaringan di Indonesia berada di atas India, akan tetapi masih berada di bawah negara lainnya," kata Gatot dalam keterangannya, Rabu (9/4/2008).
Dijelaskan, India bisa lebih murah karena tingkat biaya WACC (Weighted Average Cost of Capital)-nya lebih rendah karena jaringan yang dibangun hanya menggunakan kabel serat optik darat saja (Inland Fiber Optic Cable). "Bukan dengan kabel laut SKKL (Inmarine Fiber Optic Cable), sehingga biaya investasinya lebih rendah," Gatot menjelaskan.
Setelah masyarakat mulai menikmati penurunan tarif ritel telekomunikasi akibat penghitungan ulang biaya interkoneksi yang cenderung mengalami penurunan, maka penurunan besaran tarif sewa jaringan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan akses internet, khususnya internet domestik mengingat tarif akses internet pun juga menjadi turun.
Penurunan besaran tarif sewa jaringan, menurut Gatot, juga dapat meningkatkan penggunaan bandwidth oleh penyelenggara jasa internet. "Jadi sama-sama untung," tandasnya. (rou/rou)