Skema baru tersebut, lanjut Nuh, menetapkan kisaran penurunan tarif interkoneksi bagi operator telekomunikasi. Kisaran untuk telekomunikasi seluler adalah 20 hingga 40 persen, sedangkan untuk telepon tetap dan fixed wireless access (FWA) adalah 5 hingga 20 persen.
"Kami kasih kebebasan mereka (operator-red) untuk memilih range yang mana penurunannya. Apapun itu, efeknya akan mempengaruhi loyalitas konsumen," ujar Nuh di sela Indonesia Broadband Summit di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (1/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi logikanya, kalau tarif interkoneksi turun ini sinyal bagi operator untuk menurunkan biaya operasional, karena investasi mereka juga turun. Sekarang kalau mereka tidak menurunkan tarif (ritel), mereka akan habis sendiri," Nuh menambahkan.
Bagaimana pendapat Anda soal layanan telepon di Indonesia? Diskusikan di detikINET Forum!
(wsh/wsh)