Melalui e-mail ke redaksi, pembaca detikINET mengklaim bahwa spot yang terbatas hanya dijadikan alasan saja dibatasinya informasi yang dimuat di iklan. "Masak besaran harga tarif dapat dibaca dalam jarak 100 meter, tetapi syarat baru dapat dibaca setelah 15 meter. Lebih gilanya lagi, tulisan kecil itu hanya berisikan syarat dan ketentuan berlaku, kunjungi website untuk info lebih lanjut," keluhnya.
Pembaca berinisial hellphoenix menilai bahwa alasan keterbatasan spot adalah bohong besar. "Bukti paling jelas adalah mereka (operator-red) dapat menuliskan info tarif sepertiga tinggi iklan, sedangkan "tarif dan ketentuan berlaku" hanya 1/25 dari besar tulisan angka tarif. Bahkan untuk di majalah, hanya setengah besar font pada artikel pada majalah tersebut. Saya rasa banyak orang yang terjebak karena iklan yang menyesatkan tersebut," tandasnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembaca detikINET lainnya, bernama Hadi Prianto, juga mengaku 'pusing' dengan iklan operator ponsel yang berlomba-lomba menawarkan tarif termurah. Meski ia mengaku iklan tersebut tidak membuatnya pindah operator, namun ia jengkel dengan iklan yang menurutnya tidak menyampaikan informasi secara lengkap itu.
"Konsumen bisa tertipu dengan apa yang mereka tangkap dari iklan. Saran saya pihak berwenang segera menghentikan iklan-iklan tersebut, saya kira iklan tersebut sudah kelewat batas," klaimnya. (dwn/dwn)