Bagaimana dengan kualitas layanan? Beberapa pengguna seluler mulai menyuarakan uneg-uneg mereka lewat detikINET. Meski tarif telepon seluler prabayar sudah mulai murah, operator diharapkan tetap memperhatikan kualitas layanan.
Pembaca detikINET, Khalid Mustafa, berpendapat bahwa operator seharusnya bersaing dalam hal kualitas pelayanan, bukan di sisi tarif. Menurutnya, percuma operator bersaing dengan tarif jika pelayanan malah memburuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khalid menilai sikap operator dalam memasang iklan seperti kekanak-kanakan. "Baru saja mempromosikan tarif Rp 0,1/detik, muncul tarif promosi Rp 0,01/detik, lalu muncul lagi tarif promo Rp 0,00000000001/detik. Itu sama seperti kelakukan anak-anak saat pamer mainan. Saya punya mainan bagus, eh saya punya yang lebih bagus lagi," ujarnya.
Iklan yang dipajang operator, menurut Khalid, membuat konsumen berpikir seperti anak-anak karena operator sendiri melakukan persaingan seperti anak-anak.
Pembaca lainnya bernama Dewono Siswardiyanto, yang mengaku menggunakan layanan pascabayar, mengeluhkan hal senada. Ia mempertanyakan 'perlakuan' operator terhadap pelanggan pascabayar.
Menurutnya, sejak operator gencar mempromosikan tarif prabayar, layanan pascabayar seolah dianaktirikan. Paket yang ditawarkan operator untuk pelanggan pascabayar tidak semenarik prabayar. Padahal pengguna pascabayar adalah pelanggan loyal yang menurutnya juga harus diberikan layanan yang baik juga.
(dwn/dwn)