"Kalau cuma bisa akses lokal, pada tidak berjalan lah bisnis warnet. Soalnya kan sekitar 70 persen aliran data pengguna warnet ke internasional," tutur Irwin day, Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) kepada detikINET, Jumat (29/2/2008).
Alhasil, warnet yang mengandalkan Telkom Speedy, untuk saat ini ditinggalkan pengunjungnya. "Jadi begitu (koneksi internasional) mati, warnet yang tidak pakai Speedy yang diserbu," imbuh Irwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwin memperkirakan, jika koneksi internasional terus mati, para warnet pastinya akan mendapat kerugian yang cukup besar. Sebagai ukuran, untuk warnet yang mempunyai 10 komputer per hari akan kehilangan pemasukan sekitar Rp 600 - Rp 800 ribu.
"Harapan saya, semoga perbaikannya cepet lah, kasihan teman-teman (pemilik warnet-red.) yang sangat tergantung dengan link internasional," keluhnya.
(ash/ash)