Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Lokal Cuma Dapat Secuil dari Bisnis Menara Telekomunikasi

Lokal Cuma Dapat Secuil dari Bisnis Menara Telekomunikasi


- detikInet

Jakarta - Penyedia menara telekomunikasi lokal mengeluhkan dominasi asing dalam bisnis perangkat yang bisa menyedot anggaran belanja operator hingga triliunan rupiah.

Oleh karenanya, pemerintah pun berencana mendorong penyedia menara lokal supaya bisa bersaing dengan penyedia asing. Supaya pada akhirnya, lokal pun bisa ikut menikmati bisnis di sektor perangkat telekomunikasi itu.

Direktur Standardisasi Ditjen Postel Azhar Hasyim memperkirakan nilai bisnis di segmen perangkat telekomunikasi dalam setahun bisa mencapai Rp 100 triliun. Sementara, lanjut dia, perangkat besutan dalam negeri hanya mengambil 'kue' bisnis sekitar 1% hingga 3% saja atau setara dengan sekitar Rp 1,2 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan bisa dibilang dari nilai bisnis tersebut yang benar-benar mengandung komponen lokal hanya 3% saja," ungkap Azhar di sela-sela seminar tentang pro-kontra menara bersama di Cafe Clouds, Menara Jamsostek, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

Pernyataan yang diungkap Azhar Hasyim merupakan jawaban atas desakan penyedia menara telekomunikasi yang meminta pemerintah membatasi masuknya provider menara asing dengan memasukkannya dalam daftar negatif investasi.

Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan banyak menara-menara telekomunikasi milik operator yang dikuasai oleh penyedia asing di sejumlah daerah.

"Meskipun pemerintah telah menetapkan kandungan lokal pada belanja modal operator sebesar 30%, sementara peluang untuk meningkatkan kandungan domestik hanya ada pada menara telekomunikasi," keluh pemilik perusahaan Indonesian Tower tersebut.

Menurut dia, dengan jumlah pengguna layanan telekomunikasi yang saat ini diperkirakan mencapai 80 juta pelanggan, seharusnya pemerintah bisa lebih mendorong melalui penerapan kebijakan pembatasan asing di bisnis menara telekomunikasi.

Bisa Diakomodir

Terkait kebijakan menara bersama yang akan segera diterapkan, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi berpendapat, secara teknologi, penggunaan infrastruktur tersebut oleh beberapa operator dalam satu menara sangat memungkinkan.

"Meskipun pada akhirnya tidak semua bisa masuk jadi satu dalam satu menara," kata Heru dalam seminar.

Sementara, Direktur Jaringan PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) Dian Siswarini, mengatakan untuk urusan menara bersama, pihaknya akan mendirikan anak perusahaan baru yang khusus menangani hal tersebut.

"Dari 11 ribu menara telekomunikasi yang kami miliki, sekitar tujuh ribu di antaranya akan kami bagi resource-nya untuk digunakan bersama sejumlah operator," ujarnya.

Sedangkan Telkomsel, menurut Direktur Utama Kiskenda Suriahardja, pihaknya juga akan menyiapkan divisi khusus untuk menara bersama seperti yang telah diwajibkan pemerintah.

Menurut dia, pihaknya bisa melakukan konteks jual tower dalam bentuk sharing, layanan jaringan, dan kapasitas. "Kami harus melihat konteksnya terlebih dulu, namun yang jelas Telkomsel akan mengembangkan satu unit bisnis khusus untuk menangani hal tersebut," imbuh Kiskenda lagi.Β  (rou/dwn)






Hide Ads