Direktur Marketing XL Nicanor V. Santiago III mengatakan, pada 2008 ini pihaknya dalam memberikan layanan mengusung tema komitmen tarif murah layaknya layanan berbasis CDMA namun dengan teknologi sekelas GSM.
"Jadi yang kami tawarkan di sini bukan hanya sekedar tarif murah dan terjangkau tapi juga cakupan jaringan layanan yang semakin baik," ujarnya dalam peluncuran XL Bebas Rp 0,1 per detik di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Capex kami tahun ini akan kami breakdown untuk masing-masing region karena tiap daerah strategi jaringan dan pemasarannya berbeda, karena kebutuhannya pun berbeda-beda," tandasnya.
Terjebak Perang Tarif
Sementara itu, XL yang dalam kesempatan ini meluncurkan program tarif Rp 0,1 per detik untuk layanan prabayar XL Bebas, mengaku telah 'terjebak' dalam peperangan tarif yang dilancarkan operator lain demi mempertahankan dan mengejar pelanggan baru.
"Memang pada saatnya nanti perang tarif akan berhenti. Namun untuk saat ini, kayanya perang tarif sudah tak bisa dihindari lagi dan para operator, termasuk kami, sudah terperangkap dalam peperangan tersebut," tukas GM Marketing Prepaid XL Bayu Samudiyo.
Dalam program tarif terbarunya, XL yang mengklaim tanpa syarat dan ketentuan, justru malah terasa semakin ribet dalam menawarkan tarif kepada pelanggan prabayarnya tersebut.
Untuk di area Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah bagian selatan, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Lombok dapat menikmati tarif ini setelah melakukan percakapan selama 150 detik. Untuk 150 detik pertama dikenakan tarif murah Rp10 per detik. Kemudian di menit ke 30, dikenakan Rp 1 per detik dan seterusnya.
Sementara, untuk area Sumatra dan sekitarnya dikenakan tarif Rp 12,5 per detik di dua menit pertama dan menit berikutnya hingga menit ke 30 diberlakukan tarif Rp 0,1 per detik, dan seteleh menit ke 30 dan seterusnya berlaku Rp 1 per detik.
Kemudian, tarif yang berlaku di area Sulawesi dan Kalimantan sedikit berbeda dibandingkan area lain karena XL memberlakukan jam sibuk dan jam tidak sibuk. Di Kalimantan jam sibuk dimulai pukul 11.00 pagi sampai pukul 24.00. Sementara di Sulawesi jam sibuk dimulai jam 17.00 sampai pukul 23.00.
Tarif yang berlaku pada jam sibuk di dua area itu adalah Rp10 per detik di 150 detik pertama, dan di detik seterusnya berlaku Rp1 per detik. Sementara di jam tidak sibuk dikenakan tarif Rp10 per detik di 30 detik pertama, dan Rp 1 per detik di detik berikutnya.
Keterangan Foto: Direktur Marketing XL Nicanor V. Santiago III (kiri) dan Sharon, model iklan XL Bebas. (rou/dwn)