Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Awas, Ketergantungan Pada AI Menghancurkan Rasa Percaya Diri

Awas, Ketergantungan Pada AI Menghancurkan Rasa Percaya Diri


Fino Yurio Kristo - detikInet

Businesswomen leverage artificial intelligence to analyze market data to identify target audiences and business growth trends, crafting effective marketing strategies and gaining a competitive edge.
Foto: Getty Images/Prae_Studio
Jakarta -

Semakin banyak orang mengandalkan AI untuk melakukan beragam tugas. Nah, para peneliti semakin curiga bahwa menyerahkan tugas-tugas intelektual kepada AI dapat menyebabkan berbagai penurunan fungsi kognitif.

Sebuah studi baru menambahkan temuan bahwa penggunaan AI dapat menggerogoti keyakinan pengguna terhadap kemampuannya sendiri, yang berujung menurunnya rasa percaya diri terhadap kemampuan bernalar secara mandiri.

Studi baru yang diterbitkan jurnal Technology, Mind and Behavior, menemukan bahwa mereka yang menunjukkan ketergantungan tinggi pada AI lebih cenderung mengakui bahwa chatbot berpikir untuk mereka dan menunjukkan penurunan rasa percaya diri terhadap ide mereka sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, partisipan yang mengambil kendali atas hasil AI dengan mengedit, mempertanyakan, atau merombaknya menunjukkan rasa percaya diri dan rasa kepemilikan yang lebih besar atas hasil akhirnya, meski AI yang digunakan sama.

Seperti yang diungkapkan oleh penulis studi tersebut, Sarah Baldeo, kandidat PhD di bidang AI dan ilmu saraf di Middlesex University, dampak kognitif pada akhirnya bergantung pada gaya interaksi.

ADVERTISEMENT

"Ketika kita mengamati aktivitas otak berdasarkan bagaimana orang-orang memilih untuk menggunakan alat tersebut, kita bisa melihat adanya peningkatan atau penurunan. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan AI itu sendiri," sebutnya yang dikutip detikINET dari Futurism.

Selama studi itu, partisipan dalam kelompok eksperimen diberikan akses AI untuk menyelesaikan serangkaian persamaan matematika. Peneliti kemudian memutus akses tersebut di tengah-tengah pekerjaan, memaksa partisipan melanjutkannya tanpa bantuan AI.

Mereka yang tiba-tiba kehilangan bantuan chatbot AI tersebut mengalami penurunan kemampuan bernalar yang cepat, serta penurunan drastis dalam kemauan untuk meneruskan dan menyelesaikan tugas-tugas matematika itu.

Kedua studi tersebut bermuara pada hal yang sama, yaitu bagaimana Anda menggunakan AI merupakan faktor penting dalam menentukan apakah AI membahayakan kemampuan kognitif atau tidak. Pada dasarnya, melimpahkan seluruh pekerjaan pada mesin akan menurunkan kapasitas bernalar secara mandiri, sementara menggunakan AI hanya sebagai alat bantu dapat membantu mempertahankan kapasitas tersebut.




(fyk/fay)
TAGS





Hide Ads
LIVE