Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mahasiswa Semakin 'Kosong' Gegara Ketergantungan AI

Mahasiswa Semakin 'Kosong' Gegara Ketergantungan AI


Fino Yurio Kristo - detikInet

Businesswomen leverage artificial intelligence to analyze market data to identify target audiences and business growth trends, crafting effective marketing strategies and gaining a competitive edge.
Ilustrasi AI. Foto: Getty Images/Prae_Studio
Jakarta -

Sudah menjadi rahasia umum bahwa para pelajar, mulai dari sekolah dasar hingga universitas terkemuka, semakin mengalihkan proses berpikir ke model bahasa besar (LLM) atau AI. Salah satu imbasnya, siswa mulai kehilangan kemampuan kognitif yang menyebabkan nilai ujian mereka anjlok.

Dikutip detikINET dari Futurism, situasi sedang terjadi di ruang-ruang kelas di mana siswa dari berbagai lapisan masyarakat telah berubah menjadi wadah kosong yang hanya membeo jawaban AI tanpa menelaah materi pelajaran secara kritis.

Mahasiswi Universitas Yale, diidentifikasi sebagai Amanda, mengatakan pada CNN bahwa prosa ChatGPT yang monoton bahkan telah meresap ke seminar-seminar di kampus bergengsi Ivy League. Percakapan antar mahasiswa jadi semakin hambar dan mudah ditebak, gejala mereka mengandalkan AI untuk memikirkan bahan diskusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amanda menceritakan pernah melihat seseorang mengetik dengan sangat cepat di laptopnya untuk menanyakan kepada AI pertanyaan yang baru saja diajukan oleh profesor mengenai materi bacaan.

"Semua orang sekarang terdengar sama. Saya merasa saat tahun pertama kuliah, saya duduk di seminar di mana tiap orang punya kontribusi pendapat berbeda. Walau orang-orang saling menimpali gagasan satu sama lain, mereka melihatnya dari sudut pandang berbeda dan menawarkan komentar yang beragam," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Amanda tidak sendirian. Salah satu rekannya, Jessica, mengatakan bahwa setiap kelas selalu diawali dengan kepanikan massal menggunakan AI. "Pada awal kelas, Anda bisa melihat setiap orang memasukkan semua file PDF ke dalam AI," ungkap mahasiswi tingkat akhir Yale tersebut.

Sejumlah penelitian telah mengeksplorasi dampak AI terhadap manusia. Salah satu makalah terbaru di jurnal Trends in Cognitive Sciences berpendapat AI menumpulkan cara penggunanya dalam mendekati masalah, merangkai bahasa, dan menalar persoalan.

Ketika kita memakai chatbot AI untuk berpikir, kita secara diam-diam menukar pikiran manusiawi kita dengan keluaran LLM, sebuah kumpulan data homogen dari model AI yang kita pilih.

Morteza Dehghani, rofesor psikologi di University of Southern California sekaligus rekan penulis makalah tersebut, menilai implikasinya cukup menakutkan. "Jika orang-orang kehilangan keberagaman kognitif atau terjebak dalam kemalasan intelektual, tentu saja hal itu akan sangat berdampak buruk bagi masyarakat kita," ujarnya.




(fyk/rns)
TAGS




Hide Ads