Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Bikin Solusi Agar Perusahaan Tak Kena Tagihan Token AI Mahal

Google Bikin Solusi Agar Perusahaan Tak Kena Tagihan Token AI Mahal


Virgina Maulita Putri - detikInet

Ilustrasi Google Cloud
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Biaya token AI yang tinggi menjadi momok bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi tersebut. Google mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan agar biaya token AI lebih terkendali.

Karim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia mengatakan perusahaan berapa biaya token dan apa value yang dibawa untuk bisnis sebelum menerapkannya lebih luas ke seluruh perusahaan.

"Jadi kita harus tahu berapa cost-nya, kemudian apakah konsumsi token tersebut nilai tambahnya bagi bisnis itu apa," kata Karim dalam media briefing di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dua pertama yang penting karena kita perlu menguasai ini dulu pada saat kita mulai pilot-pilot yang lebih kecil sebelum kita pindah untuk meningkatkan skala implementasi AI untuk sebuah perusahaan, sehingga pada saat kita implementasikan di level perusahaan itu kita tidak kaget bahwa ada lonjakan biaya yang sangat tinggi," imbuhnya.

Google menawarkan solusi komplit untuk membantu perusahaan mengetahui berapa biaya token yang dibutuhkan untuk menggunakan kemampuan AI tertentu, sehingga perusahaan dapat memperkirakan anggarannya.

ADVERTISEMENT
Karim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia (kiri) dan Moe Abdula, Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia PacificKarim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia (kiri) dan Moe Abdula, Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Untuk mencegah lonjakan biaya token tidak terduga, Gemini Enterprise memiliki layanan FinOps yang memberikan visibilitas lebih tinggi terhadap kinerja dan biayanya.

Moe Abdula, Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific menjelaskan Google juga akan menawarkan model terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Saat ini ada lebih dari ratusan model AI yang ditawarkan oleh Google.

"Selain itu kami memiliki lapisan intelligence, yang kami sebut lapisan Vertex, yang dapat memahami berdasarkan tugas yang diminta, untuk menyarankan lebih baik menggunakan model ini karena lebih murah dibandingkan model lainnya," kata Moe dalam kesempatan yang sama.

Untuk membantu perusahaan memanfaatkan inovasi AI secara optimal dan mendukung transformasi bisnis lewat agentic AI, Google juga memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE) di Indonesia.

Tim ini adalah engineer spesialis AI yang ditempatkan langsung di lingkungan kerja perusahaan sehingga pelanggan Google Cloud dapat mendapat dukungan untuk mengurangi risiko dalam implementasi AI, mempercepat implementasi, dan memaksimalkan nilai investasi mereka.



(vmp/fay)






Hide Ads
LIVE