Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Arab Saudi Bangun Danau Tengah Gurun, Telan Biaya Rp 125 Triliun

Arab Saudi Bangun Danau Tengah Gurun, Telan Biaya Rp 125 Triliun


Aisyah Kamaliah - detikInet

Danau raksasa
Arab Saudi tengah membangun danau lapang di tengah gurun. Tak main-main, konstruksi danau sepanjang 2,8 km itu menelan angka Rp 125 triliun. Foto: Ecoticias
Jakarta -

Arab Saudi tengah membangun danau raksasa di tengah gurun. Tak main-main, konstruksi danau sepanjang 2,8 km itu menelan angka hingga USD 4,7 miliar atau sekitar Rp 125 triliun.

Danau air tawar raksasa tengah gurun ini merupakan bagian dari megaproyek futuristik NEOM. Lokasi danau lapang itu ada di Trojena, kawasan pegunungan di Tabuk yang dikembangkan sebagai destinasi wisata masa depan.

Tak mudah untuk menghadirkan danau di tengah wilayah kering, Arab Saudi harus mengandalkan tiga bendungan besar dengan bendungan utama setinggi 145 meter dan panjang 475 meter. Bendungan tersebut menggunakan teknologi beton khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melansir Ecoticias, danau ini bakal memiliki luas sekitar 1,5 km persegi, bahkan akan dilengkapi pulau spesial untuk rekreasi seperti jalan kaki santai atau menyelam. CEO Webuild, Pietro Salini, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam dunia konstruksi global.

"Proyek ini akan menjadi keajaiban teknik dan konstruksi internasional," ujarnya.

Visi Besar Arab Saudi

Danau raksasa di tengah gurun merupakan program ambisius Arab Saudi dalam kerangka Saudi Vision 2030, bertujuan mengurangi ketergantungan minyak dan mengembangkan sektor pariwisata.

Trojena sendiri dirancang sebagai destinasi wisata pegunungan lengkap dengan resor ski, olahraga air, hingga fasilitas hiburan modern.

Per Maret 2026, pembangunan danau telah memasuki tahap awal dan sekitar 3 juta meter kubik material telah digali dari lokasi proyek. Philip Gullett, Executive Director Trojena, menjelaskan progres tersebut sekaligus pendekatan berkelanjutan yang digunakan.

"Kami telah menyelesaikan sekitar 3 juta meter kubik penggalian di lokasi danau. Material hasil galian akan digunakan kembali untuk konstruksi bendungan dan dasar danau sebagai bagian dari strategi ramah lingkungan," jabarnya.

Sebagai proyek major, tentunya Arab Saudi tak lepas dari tantangan besar, terutama terkait ketersediaan air di wilayah gurun. Nah, mengatasinya, Arab Saudi akan mengandalkan teknologi desalinasi (pengolahan air laut) yang ditenagai energi terbarukan.

Faktor penguapan tinggi di wilayah gurun pun turut menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan danau tersebut. Jika berhasil, danau ini tak hanya menjadi ikon baru Arab Saudi, tetapi juga berpotensi menjadi model inovasi pengelolaan air di wilayah kering di seluruh dunia.




(ask/ask)







Hide Ads
LIVE