Sulitnya CP meminjam ke bank disebut sebagai indikasi bahwa industri CP belum benar-benar diakui di tanah air. Demikian pendapat I Made Hartawijaya, VP VAS & New Services PT Excelcommindo Pratama dalam ajang diskusi 'Bisnis Konten, Pangsa Pasar dan Aplikasinya' di Bebek Bali Resto & Cafe, Taman Ria Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
Selama ini, lanjutnya, belum ada pemaparan ke perbankan mengenai potensi industri CP. Masalah lainnya, ujar Made, adalah modal dari pemain CP yang tidak bisa dilihat. "Modal CP itu apa sih? Paling brainware sama server-nya. Cukup nggak meyakinkan bank untuk memberikan pinjaman?" tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu juga diakui oleh A. Harya Wirasma, Chairman Indonesian Mobile Content Association (Imoca), dalam acara yang sama. Menurut pria yang akrab dipanggil Rasmo itu, bank terlihat masih bingung dalam melihat industri konten.
Rasmo menurutkan, ia pun pernah mengalami hal yang sama. Meski ia akhirnya mendapatkan pinjaman dan bahkan mendapatkan tawaran pinjaman lebih lanjut setelah tiga tahun. "Mungkin setelah mereka melihat rekeningnya selalu aktif, jadi ditawarin deh," paparnya.
(wsh/wsh)