×
Ad

110 Juta Warga RI Terjangkau Internet tapi Belum Menggunakannya

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 03 Sep 2026 19:15 WIB
110 Juta Warga RI Terjangkau Internet tapi Belum Menggunakannya Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sekitar 110 juta penduduk Indonesia tinggal di wilayah yang sudah terjangkau internet seluler, tetapi belum menggunakan layanan tersebut. GSMA menyebut keterjangkauan harga, keterampilan digital, dan keamanan online sebagai hambatan utamanya.

Direktur Spektrum GSMA Asia Pasifik Yishen Chan mengatakan cakupan jaringan bukan satu-satunya ukuran pemerataan akses digital. Infrastruktur yang tersedia belum tentu langsung membuat masyarakat terhubung ke internet.

"Sekitar 110 juta penduduk Indonesia tinggal dalam jangkauan internet seluler, tetapi tidak menggunakannya. Hambatan utamanya antara lain keterjangkauan, keterampilan digital, dan keamanan online," kata Chan dalam wawancara tertulis dengan detikINET.

Indonesia memiliki cakupan 4G yang menjangkau sekitar 98% populasi. Angka tersebut menggambarkan persentase penduduk yang tinggal dalam area layanan jaringan 4G, bukan persentase luas wilayah yang sudah terjangkau.

Data itu menunjukkan terdapat kesenjangan besar antara ketersediaan jaringan dan pemanfaatannya. Dalam industri telekomunikasi, kondisi tersebut dikenal sebagai usage gap atau kesenjangan penggunaan.

Ilustrasi Sisa Kuota Internet Foto: detikINET

Mengapa 110 Juta Warga Belum Menggunakan Internet?

Menurut GSMA, harga perangkat dan layanan masih menjadi salah satu penghalang masyarakat menggunakan internet seluler. Ponsel yang mendukung koneksi internet serta paket data belum tentu terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Keterampilan digital juga berpengaruh. Sebagian masyarakat belum memiliki kemampuan atau kepercayaan diri yang cukup untuk menggunakan layanan digital secara produktif.

Keamanan online menjadi hambatan lain. Kekhawatiran terhadap penipuan, penyalahgunaan data, dan berbagai risiko di internet dapat membuat masyarakat enggan menggunakan layanan digital.

Karena itu, memperluas cakupan jaringan perlu dibarengi penyediaan perangkat terjangkau, layanan yang relevan, serta peningkatan keterampilan dan keamanan digital.

"Cakupan juga harus disertai perangkat yang terjangkau, layanan yang relevan, dan keterampilan digital agar masyarakat dapat memanfaatkan konektivitas yang tersedia secara bermakna," ujar Chan.

Direktur Spektrum GSMA Asia Pasifik Yishen Chan Foto: GSMA




(afr/rns)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork