Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
FotoINET
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
FotoINET

RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau


Aisyah Kamaliah - detikInet

Jakarta - RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, berhasil menarik perhatian dunia dan dianugerahi penghargaan oleh China. Seperti ini penampakan RT mereka.

Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, mencalonkan diri menjadi ketua RT dengan program jelas. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Ada empat hal yang dicanangkan oleh Dr Taufiq Supriadi SE, MT, CSFA, CertDA, GRCE ketika maju ke pemilihan ketua RT. Poin tersebut adalah optimaliasi pengelolaan sampah, tanggap banjir dan lingkungan, digitalisasi RT, hingga mandiri pangan dan ekonomi. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Salah satu cara adalah membudidayakan lele di selokan. Jangan salah, nutrisinya setara dengan ikan salmon. Untuk membangun lele yang ada di selokan sepanjang 42 meter ini, Taufiq perlu melakukan negosiasi dengan warga. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Begitu masuk ke dalamnya gang RT 08, sudah ada CCTV dengan monitor besar yang terinstal. Pantauan CCTV di 16 titik ini bisa diakses warga menggunakan aplikasi RTOnline yang ada di ponsel mereka. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Di depan rumah warga, sudah ada lubang biopori untuk mengembalikan air ke tanah. Foto: RT 08 RW 04 Malaka Jaya

Di sini juga ada perternakan ayam dengan kandang antibau. Kuncinya dari alas kandang yang menggunakan sampah organik dan daun yang dicacah dengan mesin.Β Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

"Ayamnya bertelur setiap 25 jam sekali. Telurnya kita makan. Di belakang ada 15 ayam, di atas 3 ayam, di RW depan saya kasih 100," aku Taufiq. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Di sini nol sampah organik. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot diberikan sebagai pakan ternak. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

RT ini berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia, dengan sepuluh negara berkunjung untuk melakukan studi banding mengenai kesuksesan mereka membangun lingkungan hijau. Penghargaan dari Tiongkok pun menghampiri, mengapresiasi langkah besar yang diambil warga di sana. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Oh iya, hasil dari budidaya ikan tak cuma dibagikan kepada ibu hamil, lansia dan balita, melainkan dijual juga. Begitu pula telur ayam dari ternak mereka yang dihargai Rp 3.000 per butirnya. Pemasukan ini kemudian dicatat sebagai kas RT dan digunakan untuk membangun RT. Selain itu, ada juga UMKM yang didirikan, seperti UMKM hasil olahan ikan. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
RT di Duren Sawit yang Go International: Lele di Selokan-Kandang Ayam Antibau
(/)




Hide Ads