Di balik ekspansi tersebut, perusahaan plat merah ini berkomitmen dalam menjalankan strategi hijau, yakni menekan emisi dan penggunaan energi melalui dekarbonisasi, energi terbarukan, green BTS, hingga green data center.
Strategi tersebut menjadi bagian dari agenda environmental, social, and governance (ESG) TelkomGroup yang dinamakan GoZero% dan dituangkan dalam tiga pilar, salah satunya Save Our Planet.
Melalui pilar ini, TelkomGroup mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon dengan pengelolaan emisi, efisiensi energi, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan.
Bagi Telkom, kebutuhan energi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan bisnis digital. Meningkatnya penggunaan layanan digital dan teknologi berbasis data turut meningkatkan kebutuhan energi, sehingga efisiensi operasional dan transisi energi menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Salah satu fokusnya adalah dekarbonisasi. TelkomGroup menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada 2030 dibandingkan tahun dasar 2023. Perusahaan juga menempatkan efisiensi energi dan perubahan sumber listrik sebagai bagian penting dalam upaya mencapai target tersebut. Pada 2025, total emisi GRK TelkomGroup tercatat sebesar 4.153.661,3 tCO₂e (market-based), dengan kontribusi Scope 1 sebesar 1%, Scope 2 sebesar 52%, dan Scope 3 sebesar 47%.
Strategi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam penggunaan energi yang lebih bersih di sejumlah infrastruktur. TelkomGroup mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan Solar PV pada fasilitas operasional dan data center. Perusahaan menargetkan kapasitas Solar PV lebih dari 14 MWp pada 2030.
Di sisi jaringan telekomunikasi, Telkom menerapkan solusi energi mandiri dan teknologi hybrid pada Base Transceiver Station (BTS), termasuk di lokasi yang rentan terhadap gangguan cuaca ekstrem.
Sementara itu, data center menjadi bagian penting dalam strategi hijau Telkom. Pengelolaan data center membutuhkan energi besar seiring meningkatnya kebutuhan cloud computing, big data, dan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).
Oleh sebab itu, TelkomGroup memasukkan pengembangan green data center sebagai salah satu upaya membangun infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan.
Perusahaan juga menargetkan lebih dari 50% data center menggunakan energi terbarukan pada 2040. Target tersebut menjadi bagian dari arah transisi energi perusahaan dalam jangka panjang.
Strategi hijau Telkom tidak berdiri sendiri sebagai program lingkungan. Dekarbonisasi, efisiensi energi, energi terbarukan, BTS hijau, dan green data center ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur digital sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.
"Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ungkap Gunawan.
Simak Video "Inovasi Telkom: Bangun BTS Ramah Lingkungan dari Sabang Sampai Merauke!"
(agt/fay)