Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Akses Kerahkan 150 Teknisi Pulihkan Jaringan NTT

Telkom Akses Kerahkan 150 Teknisi Pulihkan Jaringan NTT


Fara Difa Alfeni - detikInet

Telkom
Foto: Dok. Telkom
Jakarta -

Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk mengidentifikasi gangguan dan memastikan ketersediaan layanan digital bagi masyarakat terdampak. Para teknisi Telkom Akses melakukan pengecekan kondisi jaringan, menemukan sumber gangguan, hingga melakukan perbaikan di sejumlah titik terdampak.

Upaya pemulihan yang dilakukan TelkomGroup berhasil mengembalikan konektivitas dan layanan digital di wilayah NTT secara penuh dalam waktu tiga hari. Proses tersebut dilakukan di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah, mulai dari medan yang berubah, akses lokasi yang terbatas, hingga potensi bahaya di sekitar area kerja.

PT Telkom Akses, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), mengerahkan lebih dari 150 teknisi untuk memulihkan infrastruktur jaringan telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa mengguncang wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat TelkomGroup untuk memastikan ketersediaan konektivitas bagi masyarakat di tengah situasi darurat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkat upaya tersebut, konektivitas dan layanan digital di wilayah NTT berhasil pulih sepenuhnya hanya dalam waktu tiga hari. Meski begitu, proses perbaikan jaringan pascabencana tidak berjalan mudah. Para teknisi Telkom Akses harus menelusuri sumber gangguan, memeriksa kondisi jaringan, dan melakukan perbaikan di sejumlah titik, sembari menghadapi medan yang berubah, akses lokasi terbatas, hingga potensi bahaya di sekitar area kerja.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Telkom Akses Irphan Wijaya mengatakan, dalam kondisi bencana, konektivitas memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi kebutuhan untuk tetap terhubung.

"Dalam kondisi bencana, konektivitas bukan lagi sekadar layanan, tetapi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, kami memastikan tim di lapangan dapat bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur jaringan dan mendukung masyarakat agar tetap terhubung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, percepatan pemulihan jaringan tidak terlepas dari kesiapan personel, koordinasi operasional, serta kemampuan teknisi dalam beradaptasi dengan kondisi lapangan yang dinamis.

Salah satu tantangan yang dihadapi teknisi berada di wilayah Ende. Lokasi pekerjaan berada di kawasan rawan longsor dan berdekatan dengan jurang sehingga proses penarikan maupun penyambungan kabel membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Sebelum pekerjaan dimulai, tim terlebih dahulu memastikan kondisi lingkungan, mengidentifikasi potensi bahaya, serta menentukan langkah penanganan yang paling aman. Proses perbaikan kemudian dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE).

Penggunaan alat pelindung diri, komunikasi antarpersonel, pemeriksaan kondisi lingkungan, hingga penerapan prosedur kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses penanganan gangguan. Di tengah tuntutan pemulihan jaringan secara cepat, keselamatan teknisi tetap menjadi prioritas.

"Kami mengapresiasi seluruh teknisi yang terus menunjukkan dedikasi untuk hadir di tengah masyarakat NTT. Mereka tidak hanya menjalankan pekerjaan teknis, tetapi juga membawa misi untuk memastikan konektivitas dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat. Namun, yang tidak kalah penting, seluruh teknisi harus tetap mengutamakan keselamatan dan dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi selamat," tambahnya.

Kehadiran teknisi di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Jaringan telekomunikasi membantu warga untuk menghubungi keluarga, memperoleh informasi, berkoordinasi, hingga mendukung berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

Setelah seluruh proses pemulihan site di NTT selesai, tim teknisi Telkom Akses tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah operasional Flores. Kesiapan personel dan dukungan operasional di lapangan terus diperkuat untuk memastikan jaringan tetap andal selama fase normalisasi serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Pemulihan jaringan bukan hanya tentang mengembalikan infrastruktur yang sempat terganggu, tetapi juga membuka kembali akses masyarakat untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Melalui Telkom Akses, TelkomGroup terus hadir di lapangan untuk memastikan masyarakat NTT dapat kembali terhubung setelah bencana.



(akn/ega)




Hide Ads