Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kabel Laut Palapa Ring Terdampak Gempa, Satria-1 Jaga Internet Warga

Kabel Laut Palapa Ring Terdampak Gempa, Satria-1 Jaga Internet Warga


Agus Tri Haryanto - detikInet

Palapa Ring Tengah di Sangihe
Palapa Ring Tengah di Sangihe. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengoptimalkan kapasitas internet berbasis satelit Satria-1 guna menjaga layanan telekomunikasi di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, Sulawesi Utara. Langkah ini dilakukan selama proses restorasi kabel optik bawah laut Palapa Ring Tengah yang terdampak aktivitas tektonik.

Optimalisasi dilakukan setelah terdeteksi gangguan pada sebagian serat optik di segmen Melonguane-Morotai. Pemerintah menegaskan proses restorasi merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan jaringan dan mencegah gangguan layanan yang lebih luas, sementara akses internet masyarakat tetap ditopang melalui jaringan satelit Satria-1.

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi, Darien Aldiano, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar masyarakat tetap memperoleh akses telekomunikasi selama pekerjaan berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia," ujar Darien dikutip Sabtu, 25/7/2026).

Sebagai antisipasi, Bakti meningkatkan kapasitas bandwidth pada 286 titik layanan Akses Internet yang selama ini telah beroperasi di wilayah terdampak dan terhubung melalui satelit Satria-1.

Rinciannya meliputi 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud, serta 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kapasitas internet di lokasi tersebut ditingkatkan menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan masing-masing titik.

Layanan Akses Internet Bakti tersebut berada di berbagai fasilitas publik, seperti kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Selama proses restorasi berlangsung, masyarakat dapat memanfaatkan titik-titik tersebut untuk tetap mengakses layanan telekomunikasi dan internet.

Selain meningkatkan kapasitas, tim teknis juga melakukan pemantauan berkala terhadap pengalaman pengguna (user experience) guna memastikan layanan seperti browsing dan komunikasi digital tetap berjalan optimal.

Kerusakan Dipicu Aktivitas Gempa

Berdasarkan hasil investigasi teknis, anomali pada kabel laut Palapa Ring Tengah terjadi setelah serangkaian aktivitas gempa bumi di kawasan Melonguane-Morotai, termasuk gempa bermagnitudo 5,7 yang terjadi pada 26 Mei 2026.

Kerusakan terdeteksi berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 3.400 meter atau sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai.

Lokasi kerusakan yang berada di laut dalam membuat proses perbaikan membutuhkan kapal khusus yang memiliki kemampuan melakukan pemasangan dan penyambungan kabel bawah laut di kedalaman ekstrem.

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Bakti, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, operator telekomunikasi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, telah disepakati pembaruan jadwal pekerjaan (Plan of Work).

Sesuai rencana, kapal perbaikan akan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan pelayaran selesai diproses.

Selama proses penyambungan kabel, diperkirakan akan terdapat periode kritis layanan selama sekitar 12 hari. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jaringan Palapa Ring Tengah ditargetkan kembali beroperasi penuh (Ready for Service) pada 11 Agustus 2026.

Bakti menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan restorasi secara berkala melalui kanal komunikasi resmi serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan operator telekomunikasi agar proses perbaikan berjalan sesuai jadwal.



(agt/afr)




Hide Ads