Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Alokasikan Rp 8,5 T untuk Ekspansi Jaringan

Indosat Alokasikan Rp 8,5 T untuk Ekspansi Jaringan


- detikInet

Jakarta - PT Indosat Tbk pada 2008 akan mengalokasikan Rp 8,5 triliun untuk pengembangan jaringan telekomunikasi bergerak seluler dan nirkabel tetap atau fixed wireless access (FWA).

Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam, mengungkapkan alokasi untuk ekspansi jaringan tersebut diambil dari anggaran belanja modal atau capital expenditure (Capex) 2008 yang total mencapai US$ 12 miliar atau sekitar Rp 10 triliun.

"Kami akan mengalokasikan sekitar 80%-85% untuk pengembangan seluruh jaringan nirkabel kami," ujarnya di sela peluncuran kembali StarOne di Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta, Jumat (23/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indosat saat ini memiliki lebih dari 10 ribu stasiun pemancar telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS). Meski BTS tersebut sebagian telah dipasang dengan menggunakan infrastruktur menara bersama, namun, mayoritas diantaranya masih menggunakan menara telekomunikasi yang dibangun Indosat sendiri.

"Kalau lebih menguntungkan pakai menara sendiri, kenapa tidak?" kata Johnny. "Indosat memiliki empat sistem jaringan di dalam satu menara. Ada GSM 800, GSM 1900, GSM 2100, dan juga CDMA 800. Kalau semuanya sewa, operasionalnya akan jauh lebih besar," tambahnya.

Terkait kebijakan penggunaan menara bersama yang mulai diberlakukan pada 2009 mendatang, Indosat belum menentukan sikapnya terhadap regulasi tersebut.

"Kami masih mengkajinya, apakah dengan penggunaan bersama, jaringan kami tetap bisa berjalan dengan baik? Belum lagi kalau nanti kita mau menggelar WiMax. Itu harus dipikirkan juga," tandas Johnny.

Siap Diaudit

Indosat juga menyatakan siap diaudit atas indikasi adanya penggunaan dana perusahaan untuk membiayai iklan yang digunakan untuk kampanye kepentingan kelompok usaha Temasek.

"Kami siap diperiksa kapan saja karena kami itu perusahaan publik," ujar Direktur Pemasaran Indosat, Guntur S. Siboro.

Menurutnya, Indosat lebih memerlukan dana pemasaran yang memakan 4%-5% dari total pendapatan perusahaan ketimbang membiayai iklan induk perusahaannya.

Permintaan audit terhadap Indosat atas indikasi penggunaan dana kampanye tersebut disuarakan oleh Anggota Komisi VI DPR-RI, Nusron Wahid.

"Kami mempertanyakan biaya-biaya iklan yang jumlahnya besar untuk kampanye kepentingan Temasek dengan menggunakan dana Indosat, padahal status hukumnya masih dalam sengketa," ujarnya dalam siaran pers.

Sementara, ketika dikonfirmasi, Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam mengaku tak ikut campur tentang segala hal yang berurusan dengan Temasek. "Urusan saya cuma bagaimana caranya jaringan Indosat ada di mana-mana," tandasnya.
(rou/ash)




Hide Ads
LIVE