Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Yandex Berdayakan Operator Telekomunikasi untuk Bangun Produk Sendiri

Yandex Berdayakan Operator Telekomunikasi untuk Bangun Produk Sendiri


Rahmat Khairurizqi - detikInet

Yandex Berdayakan Operator Telekomunikasi untuk Bangun Produk Sendiri
Foto: Yandex
Jakarta -

Yandex, perusahaan teknologi global, memperkenalkan solusi AI baru yang dirancang khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia guna mendukung percepatan transformasi digital.

Melalui solusi tersebut, operator telekomunikasi diharapkan dapat lebih cepat mengembangkan produk berbasis AI guna memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah, sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis di tengah tingginya adopsi teknologi kecerdasan buatan.

"Perusahaan operator telekomunikasi berada pada posisi yang ideal untuk mendorong adopsi AI ke masyarakat yang lebih luas. Terutama karena mereka memiliki basis pengguna yang besar, brand tepercaya serta distribusi infrastruktur yang matang sebagai fondasi penting dalam meluncurkan produk AI untuk skala nasional," ujar CEO of Yandex Search International, Alexander Popovskiy dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan memberikan nilai tambah secara langsung kepada pengguna. Kami dari Yandex meyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah siap untuk naik level dalam adopsi AI baik bagi konsumen maupun perusahaan," imbuhnya.

Berdasarkan survei terkini terkait kecerdasan buatan dari Kumparan, 97 persen responden mengakui bahwa AI telah memiliki peran dalam kehidupan sehari-harinya. Temuan survei menunjukkan bahwa responden menggunakan AI untuk pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), membantu pekerjaan/ tugas (68 persen), hiburan dan kreativitas (60 persen), navigasi dan perjalanan (49 persen) serta belanja dan rekomendasi (39 persen). Lebih jauh, survei juga menunjukkan bahwa solusi AI yang paling banyak adalah Chatbot AI generatif (83 persen).

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan layanan berbasis AI, pelaku industri telekomunikasi yang sudah besar semakin mengambil peran aktir dalam adopsi AI. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa tingkat adopsi AI di
Indonesia telah mencapai 92 persen dan menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional.

ADVERTISEMENT

Karena itu, perusahaan dengan interaksi konsumen tingkat tinggi dan pengetahuan mendalam tentang sentimen pasar akan mampu menggunakan kapabilitas teknologi AI untuk menghasilkan produk yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di Indonesia. Sehingga bisa memberikan alternatif layanan AI yang lebih personal dibanding layanan AI global yang lebih one-size-fits-all atau dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

Adapun inisiatif Yandex AI untuk Operator Telekomunikasi akan memberikan dukungan penuh kepada operator telekomunikasi dengan menggunakan berbagai bentuk model kolaborasi. Operator bisa mengintegrasikan layanan mereka ke dalam produk AI milik Yandex yang
sudah tersedia, atau mengadopsi teknologi Yandex ke dalam ekosistem milik mereka. Selain itu, operator juga dapat meluncurkan produk AI tersendiri menggunakan teknologi Yandex AI dengan identitas merek mereka sendiri.

Melalui solusi yang dikembangkan Yandex, operator telekomunikasi juga bisa mempercepat pengembangan berbagai layanan berbasis AI. Mulai dari AI-powered customer support atau bantuan pelanggan, call assistant atau asisten virtual hingga layanan self-service atau layanan mandiri.

Layanan mandiri ini akan memungkinkan pelanggan melakukan berbagai hal secara mandiri, seperti pengecekan saldo dan pengelolaan akun. Dengan demikian, layanan telekomunikasi menjadi lebih mudah diakses melalui interaksi yang lebih alami dan intuitif.

"Kami melihat potensi besar bagi operator telekomunikasi untuk memimpin gelombang perluasan adopsi AI di Indonesia. Mereka sudah memiliki jutaan pelanggan serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat secara luas. Dengan dukungan tersebut, manfaat nyata dari teknologi AI dapat dihadirkan kepada pengguna tanpa perlu menunggu lebih lama lagi," tambah Alexander.

Mereka hanya perlu perangkat yang tepat serta keahlian yang kami miliki setelah bertahun-tahun dalam membangun kapasitas teknologi berbasis AI. Kini, kami siap berbagi pengalaman dengan operator telekomunikasi dan membantu mereka dalam membangun layanan AI yang bisa sepenuhnya menjadi bagian dari keseharian masyarakat," imbuhnya.




(ega/ega)




Hide Ads