Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara, akan membantu pemerataan akses internet secara nasional.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, Meutya mengatakan bahwa saat ini akses internet telah menjangkau lebih dari 80% populasi dengan masih tersisa pekerjaan rumah 20% populasi yang belum terhubung ke dunia maya.
"Dan, itu artinya sekitar 230 juta penduduk di Indonesia sudah terhubung. Angka ini amat besar jika dibandingkan dengan negara lain. Tapi, tentu keinginan kita adalah bagaimana agar 280 juta warga Indonesia bisa terhubung," ujar Meutya di acara peresmian pengoperasian satelit Nusantara Lima di Jakarta, Senin malam (11/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya di daerah-daerah yang dekat dari Pulau Jawa, tapi di berbagai daerah, Sabang sampai Merauke, Pulau Rote sampai Miangas," ucapnya menambahkan.
Ketika Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Miangas, yang notabene merupakan daerah terluar di ujung Indonesia bagian utara, pemerintah membagikan Starlink yang merupakan produk perusahaan Amerika Serikat, tepatnya SpaceX.
Meutya mengatakan satelit Nusantara Lima yang mempunyai kapasitas besar yang mencapai 160 Gbps, maka kebutuhan akan konektivitas, terutama di daerah pelosok Tanah Air bisa tercukupi oleh perusahaan dalam negeri.
"Kemarin karena belum siap yang harus kita dahulukan bagaimana hak dari masyarakat untuk mendapatkan informasi di pulau terluar harus langsung diisi atau dilengkapi," kata Meutya.
Adapun sebagai informasi, pemerintah tengah menargetkan sebanyak 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tidak hanya soal menghadirkan konektivitas di daerah yang tidak ada sinyal internet, Meutya mengatakan pemerintah juga ingin adanya pertumbuhan dan perlindungan di wilayah tersebut setelah akses layanan digital tersedia.
"Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita. Kita tegas melindungi anak-anak dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai ancaman digital lainnya," tutur Meutya.
Ia menambahkan bahwa Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung sekaligus mengamankan agenda transformasi digital nasional.
"Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan," pungkas Menkomdigi.
(agt/agt)

