×
Ad

Wussh! China Berhasil Kirim Internet Satelit Kecepatan 1 Gbps

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 27 Mar 2026 16:20 WIB
Ilustrasi satelit. Foto: Getty Images/iStockphoto/NiseriN
Jakarta -

China bikin terobosan mencengangkan karena diklaim berhasil menghadirkan sinyal internet dari luar angkasa yang lebih kencang, bahkan bisa bisa mengirimkan koneksi hingga 1 Gbps.

Inovasi teknologi komunikasi satelit dari China ini setelah para peneliti berhasil mengirimkan data berkecepatan tinggi menggunakan laser berkekuatan sangat kecil dari orbit geostasioner. Eksperimen ini dilaporkan mampu mencapai kecepatan transmisi 1 Gbps dari jarak sekitar 36.000 kilometer di atas Bumi.

Riset tersebut dipimpin oleh Wu Jian dari Peking University of Posts and Telecommunications bersama Liu Chao dari Chinese Academy of Sciences. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal Acta Optica Sinica.

Dalam eksperimen tersebut, para peneliti menggunakan sinar laser dengan daya hanya 2 watt untuk mengirim data dari satelit di orbit geostasioner ke stasiun penerima di Bumi. Meskipun dayanya relatif kecil, teknologi ini mampu menghasilkan kecepatan transmisi yang sangat tinggi.

Menurut laporan penelitian tersebut, sebagaimana dikutip dari Daily Galaxy, Jumat (27/3/2026) sistem yang diuji mampu mencapai downlink data hingga 1 Gbps dari orbit geostasioner. Kecepatan ini bahkan disebut bisa melampaui performa sistem komunikasi satelit tertentu yang beroperasi di orbit rendah.

Untuk memberikan gambaran tentang kecepatan tersebut, para peneliti menyebut sistem ini secara teoritis mampu mengirim film berdefinisi tinggi dari Shanghai ke Los Angeles dalam waktu kurang dari lima detik.

Salah satu tantangan utama dalam komunikasi laser dari satelit sebenarnya bukan jarak di ruang angkasa, melainkan gangguan atmosfer saat sinyal melewati lapisan udara Bumi. Turbulensi atmosfer dapat menyebabkan sinar laser terdistorsi sehingga sinyal yang diterima di darat menjadi tidak stabil.

Dalam penjelasan penelitian tersebut disebutkan bahwa gangguan atmosfer dapat menyebabkan sinyal laser terpecah dan berubah bentuk sebelum mencapai penerima di darat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti menggunakan teleskop berdiameter 1,8 meter yang dilengkapi 357 mikro-cermin. Sistem ini berfungsi menyesuaikan bentuk sinyal laser secara real time agar tetap fokus meskipun mengalami distorsi saat melewati atmosfer.

Teknologi yang digunakan merupakan kombinasi antara adaptive optics yang memperbaiki distorsi sinyal dan mode diversity reception, yaitu teknik yang menangkap beberapa jalur sinyal sekaligus sebelum digabungkan kembali saat proses decoding data.

Pendekatan ini disebut sebagai AO-MDR synergy dan terbukti meningkatkan stabilitas transmisi secara signifikan. Dalam laporan penelitian disebutkan bahwa tingkat sinyal yang dapat digunakan meningkat dari sekitar 72% menjadi 91,1% setelah teknologi tersebut diterapkan.

Alih-alih memaksa sinyal kembali ke bentuk ideal, sistem ini membagi sinyal menjadi beberapa jalur berbeda dan kemudian memilih jalur yang paling kuat untuk digabungkan kembali saat proses penerimaan data.

Keberhasilan eksperimen ini menunjukkan potensi besar teknologi komunikasi satelit berbasis laser untuk masa depan jaringan data global. Sistem semacam ini dapat digunakan untuk komunikasi satelit berkapasitas tinggi, relay data antarsatelit, hingga komunikasi ruang angkasa jarak jauh.

Namun teknologi ini masih membutuhkan stasiun penerima khusus dengan ukuran teleskop yang besar di darat, sehingga penggunaannya saat ini lebih cocok untuk infrastruktur komunikasi skala besar dibandingkan layanan internet langsung untuk rumah tangga.



Simak Video "Video: China Anggap Starlink Ancaman, Labrak Satelit Elon Musk di PBB!"

(agt/agt)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork