Pemadaman akses internet skala nasional di Iran sudah berada dalam tingkatan terlama dalam sejarah negara tersebut. Tercatat, sudah 24 hari masyarakat Iran tidak bisa berselancar di dunia maya.
Berdasarkan laporan NetBlocks, pemadaman internet di Iran sudah memasuki hari ke-24 pada Senin (23/3/2026) sejak serangan dari Israel dan Amerika Serikat (AS). Kondisi tidak hanya terparah di level nasional, tapi sudah paling buruk di skala global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Update: Kini sudah hari ke-24 pemadaman internet di #Iran, dengan durasi lebih dari 552 jam, termasuk yang terparah di negara mana pun," kata NetBlocks dikutip Selasa (24/3/2025).
Menurut NetBlocks, sebagian metode yang biasanya digunakan untuk melewati pembatasan internet kini tidak lagi efektif. Layanan VPN biasa dilaporkan tidak dapat berfungsi, sehingga akses ke internet global semakin terbatas.
Meski begitu, masih ada beberapa cara yang digunakan sebagian warga untuk mengakses jaringan luar negeri. Salah satunya melalui sistem intranet domestik yang kadang memungkinkan koneksi ke luar negeri, meskipun koneksinya tidak stabil dan pengawasannya semakin ketat.
Selain itu, sebagian pengguna juga mencoba memanfaatkan internet satelit Starlink, meski perangkat tersebut dianggap ilegal oleh pemerintah dan dapat berisiko bagi pengguna. Sejauh ini, otoritas Iran telah menyita ratusan perangka Starlink sebagai operasi keamanan negara.
Mengingat situasi yang masih belum mereda, kesulitan mengakses internet di Iran masih diperkirakan akan terus berlanjut. NetBlocks menyebutkan gangguan jaringan yang sedang berlangsung di Iran termasuk di antara tiga pemadaman internet terpanjang yang pernah dicatat organisasinya.
"Konektivitas internasional tetap tidak tersedia untuk masyarakat umum sementara pihak berwenang mempertahankan daftar putih selektif untuk akses global," ungkap NetBlocks.
(agt/agt)

