Bakrie Telecom Mundur dari Tender USO
- detikInet
Jakarta -
Bakrie Telecom mundur dari tender pembangunan sarana telekomunikasi publik di 38.741 desa yang bernilai Rp 1,1 triliun dalam program Universal Service Obligation (USO).Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan hal tersebut kepada detikINET usai mendapatkan laporan babak lanjutan prakualifikasi tender USO.Gatot menyebutkan dari 45 perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi yang mendaftar, hanya 27 perusahaan di antaranya saja yang menyerahkan dokumen persyaratan. Sementara sisanya, yang diantaranya merupakan Bakrie Telecom, tidak mengajukan dokumen yang diminta."Dari kalangan operator papan atas, Hanya Bakrie Telecom saja yang tidak melanjutkan tender ini," ujarnya ketika dihubungi, tanpa bisa menyebutkan nama-nama dari 27 perusahaan itu.Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa operator jaringan tetap dan seluler papan atas seperti PT Telkom, PT Telkomsel, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, dan PT Pasifik Satelit Nusantara, menyatakan berminat untuk membangun telepon di seluruh blok wilayah yang ditawarkan pemerintah.Direktur Layanan Korporasi PT Bakrie Telecom Tbk, Rakhmat Junaidi, membenarkan bahwa pihaknya memilih mundur dari tender USO kali ini agar bisa lebih berkonsentrasi membangun infrastruktur jaringan sambungan langsung internasional (SLI) yang baru saja dimenanginya."Namun bila pemerintah tidak berkeberatan, kami ingin mengikuti tender USO berikutnya setelah kewajiban kami dalam membangun SLI sudah terpenuhi," tandasnya.
(rou/rou)