23 Perusahaan Berebut Bangun Telepon di 38.741 Desa
- detikInet
Jakarta -
Sebanyak 23 perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi telah menyatakan minatnya untuk membangun seluruh sarana telepon umum di 38.741 desa yang akan ditenderkan pemerintah.Sejatinya, tender telepon pedesaan atau Universal Service Obligation (USO) yang kini masih dalam tahapan prakualifikasi, telah mencatatkan peminat sebanyak 34 perusahaan. Namun, baru 23 perusahaan saja yang telah menyatakan ingin membangun di seluruh wilayah pedesaan yang ditetapkan.Dari perusahaan-perusahaan tersebut, terungkap beberapa nama yang cukup terkenal di industri telekomunikasi Indonesia saat ini, seperti PT Telkom, PT Telkomsel, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, PT Icon Plus, PT Indonusa dan PT Citra Sari Makmur.Sejak dibukanya prakualifikasi tender pembangunan telepon pedesaan itu pada 21 September 2007 lalu, jumlah perusahaan yang mendaftarkan diri terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan.Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto mengingatkan, meskipun pendaftaran masih dibuka hingga 2 Oktober 2007 dan tetap terbuka bagi perusahaan manapun yang memiliki izin penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia, para penyelenggara telekomunikasi itu pun diminta untuk mencermati persyaratan-persyaratan untuk mengikuti prakualifikasi secara sungguh-sungguh."Hal ini perlu ditekankan karena jangan sampai terjadi sekedar mendaftarkan diri, namun akhirnya langsung mengundurkan diri sewaktu penyerahan aplikasi dokumen walaupun keputusan untuk mundur adalah hak setiap calon peserta," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (28/9/2007).Menurutnya, publik cukup jeli untuk turut mencermati dan memonitor pelaksanaan tender USO yang transparan dan obyektif ini dengan menilai keseriusan dari seluruh calon peserta yang sudah terdaftar.Dalam proyek USO di 38.741 desa itu, pemerintah menetapkan pengerjaannya akan dibagi dalam 11 blok geografis, di mana satu desa akan mendapatkan satu sambungan layanan telepon.Para peserta yang nantinya lolos ke babak kualifikasi dan dinyatakan sebagai pemenang tender dengan penawaran harga terendah, harus membangun dengan biaya sendiri sarana telepon di wilayah yang diminati. Baru kemudian setelah layanan telepon itu berjalan, pemerintah akan membayar penyelenggara yang bersangkutan untuk biaya operasional dan pemeliharaannya dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1,1 triliun.Berikut ini adalah daftar perusahaan yang berminat membangun seluruh sarana telepon di 38.741 desa yang akan ditenderkan:1. PT Telkom2. PT Pasifik Satelit Nusantara3. PT Citra Sari Makmur4. PT Tangara Mitracom5. PT Bakrie Telecom6. PT Indointernet7. PT Indopratama Teleglobal8. PT AJN Solusindo9. PT Arumindo Karya Utama10. PT Primacom Interbuana11. PT Infocom Elektrindo12. PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia13. PT Telemedia Nusantara14. PT Icon Plus15. PT Indonusa16. PT Cyberindo Aditama17. PT Total Info Kharisma18. PT Indosat19. PT Patra Telekomunikasi Indonesia20. PT Aplikanusa Lintasarta21. PT Adiwarta Perdania22. PT Telkomsel23. PT Excelcomindo Pratama
(rou/ash)