Nasib 1 Miliar Pengguna GSM 'Tergantung' di Bali
- detikInet
Jakarta -
Konferensi internasional yang membahas tentang industri Global System for Mobile communication (GSM), yaitu 'GSM Asia Pasific' (GSM AP) akan kembali digelar. Ajang tahunan yang memasuki perhelatan ke-27 ini akan berlangsung di Nusa Dua Bali, pada 5-8 September 2007 dengan tema 'Setting Foundation for a 3G Growth Wave'. Direktur Utama PT Excelcomindo Pratama, Hasnul Suhaimi mengatakan ajang ini sangat penting untuk membahas isu-isu industri GSM spesifik kawasan Asia Pasifik. "Misalkan, 3G di kawasan eropa sudah hal yang biasa. Namun di wilayah ini masih teknologi baru," ujarnya dalam pra-konferensi pers GSM AP di Hotel J.W. Marriot, Jakarta, Senin (3/9/2007). Pelanggan GSM di dunia saat ini sudah mencapai 2,2 miliar pelanggan dengan sekitar 45 persennya, ujar Hasnul, berada di wilayah Asia Pasifik. "Jadi sekitar 1 miliar pelanggan menggantungkan harapannya dari (konferensi) ini. Maka konferensi ini pasti sangat penting sekali," ujarnya. Ada sekitar 100 peserta yang sudah melakukan konfirmasi kehadiran. Mereka adalah perwakilan operator GSM maupun vendor teknologi terkait di Asia Pasifik. GSM AP adalah asosiasi pelaku industri GSM se-Asia Pasifik dengan jumlah anggota 136 operator di 46 negara. GSM AP merupakan bagian dari GSM Association, organisasi global yang merepresentasikan lebih dari 700 operator di 218 negara. Beberapa hal yang akan dibahas dalam GSM AP ke-27 di Bali mencakup: produk layanan berbasis GSM dan 3G, infrastruktur jaringan dan penyediaan layanan berbiaya murah, pengembangan Value Added Services, serta roaming internasional. Dian Siswarini, Direktur Network Service XL, menuturkan tren industri GSM masa kini juga akan dibahas. Ia mencontohkan tren Average Revenue per User (ARPU) yang makin turun, kecenderungan operator mengejar volume, serta perkembangan transaksi data dan multimedia. "Di sini kita juga saling sharing informasi dengan vendor dan operator lain. Misalnya tentang bagaimana cara membangun jaringan yang low cost tapi tetap high quality," ujar Dian.
(wsh/wsh)