Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kejar Pelanggan, XL Andalkan Tarif Rp 1

Kejar Pelanggan, XL Andalkan Tarif Rp 1


- detikInet

Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) mengandalkan program pemasaran tarif promosi pada produk kartu prabayarnya sebagai senjata menghadapi kompetisi serta demi mengejar target pelanggan. Direktur Pemasaran XL, Nicanor V. Santiago III, mengatakan faktor tarif murah merupakan salah satu alternatif yang menjadi pilihan pelanggan dalam memilih kartu prabayar. "Program tarif Rp 1 per detik untuk produk kartu prabayar Bebas yang akan kami tawarkan secara nasional merupakan senjata kami dalam menghadapi kompetisi dan mengejar target pelanggan," ujarnya dalam press gathering XL Bebas, Omah Dhowur, Yogyakarta, Jumat (24/8/2007). GM Marketing Prepaid Product Bayu Samudiyo, menambahkan, promosi tarif merupakan salah satu dari tiga strategi XL untuk menghadapi persaingan pasar. Dua strategi lainnya, lanjut Bayu, adalah cakupan jangkauan dan kualitas layanan. Bayu menjelaskan, program tarif Rp 1 per detik merupakan program promosi pemasaran lanjutan yang sebelumnya telah digelar di Sumatera dan Sulawesi. Dengan program ini, Bayu mengklaim telah terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan trafik yang cukup signifikan. "Di Sumatera dan Sulawesi yang memiliki pelanggan 300.000 dan 200.00 trafik percakapan kami naik dua kali lipat. Dan pelanggan aktif juga bertambah 25 persen dalam waktu 5 minggu sejak program ini diberlakukan. Dengan promosi baru, ekspektasi kenaikan di area lain sama," harapnya. "Sebelum rata-rata minutes of usage (lama precakapan-red) di Sumatera dan Sulawesi sekitar 40 detik per pelanggan. Dengan program itu naik menjadi 97 detik per pelanggan," ujar VP Network Planning XL, Kukuh Saworo. Kukuh mengatakan program tarif tidak akan berhasil tanpa kehandalan dan kinerja jaringan. Ia mengungkap XL saat ini telah membangun lebih dari 9.000 pemancar telekomunikasi, 1.200 di antaranya adalah pemancar 3G. "Jumlah BTS kami akan meningkat 80 persen dari tahun lalu. Dari sekitar 6.000 BTS akan menjadi 10.000 sampai 11.000 BTS," paparnya. (wsh/wsh)







Hide Ads
LIVE