Pemerintah Tak Mau 'Cekik' Seluler
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah tidak mau menetapkan aturan yang terlalu ketat sehingga mencekik operator seluler dan fixed wireless access. "Kami akan lembut," ujar Dirjen Postel. Pemerintah akan memutuskan skema tarif interkoneksi baru berbasis biaya pada akhir Agustus 2007. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar mengatakan Peraturan Menteri (Permen) interkoneksi akan dikeluarkan pada pertengahan September 2007. Dengan Permen Interkoneksi tersebut, ujar Basuki, tarif interkoneksi untuk telepon tetap dan fixed wireless access (FWA) akan dipisahkan. "Sebelumnya itu kan masih dalam satu rumusan," ujar Basuki setelah penyerahan beasiswa TI secara simbolis di Gedung Depkominfo, Jakarta, Selasa (14/8/2007). Basuki mengatakan dengan tarif interkoneksi yang baru nanti, kemungkinan tarif telepon tetap cenderung akan naik. Sedangkan untuk seluler dan FWA kemungkinan besar turun. Namun Basuki belum bisa memastikan naik-turun tarif ini. "Angkanya sedang diperhitungkan saat ini," ia menambahkan.Tak Mau 'Cekik' IndustriPemerintah, ujar Basuki, tak akan memperketat aturan hitungan tarif FWA dan seluler. "Pemerintah dalam FWA dan seluler akan lembut, tidak ketat," ujarnya. Artinya, lanjut Basuki, untuk telepon tetap kabel pemerintah berniat untuk membuat batasan tarif atas dan bawah. Sedangkan untuk FWA dan seluler hal itu tidak akan dilakukan. Pemerintah ingin mengatur industri terkait keluhan pelanggan dan pengawasan terhadap kompetisi. "Dengan ada teknologi baru, memungkinkan tarif cenderung turun. Kalau regulasi diperketat, takutnya merusak itu," Basuki menambahkan. Sedangkan telepon tetap kabel dinilai memiliki pertumbuhan yang stagnan. Kalau tidak dibatasi, ujar Basuki, harga bisa semena-mena. Hitungan OperatorRakhmad Junaidi, Direktur Layanan Korporasi Bakrie Telecom, mengatakan tarif interkoneksi yang turun tidak berarti menurunkan tarif di tingkat ritel. Secara hitung-hitungan, ujarnya, tarif interkoneksi FWA memang bisa lebih rendah. Namun hal itu dinilainya tidak menjamin tarif ritel turun. Secara teknologi, papar Rakhmad, FWA berbeda dengan seluler yang mampu roaming seluruh Indonesia. "Tarif sebaiknya diserahkan pada market, jadi bisa dilihat mana yang lebih accountable dan affordable. Komponen tarif FWA itu bukan hanya on-net (di dalam jaringan-red), tapi juga off-net (di luar jaringan-red)," Rakhmad menambahkan. Di kesempatan yang sama, Direktur Regulasi Hutchison CP Telecom Indonesia, Sidharta Siddik, mengatakan tarif interkoneksi untuk seluler turun secara tidak langsung akan menurunkan tarif ritel. Hutchison adalah operator pemegang merek layanan seluler 3.
(wsh/wsh)