Industri Wimax Dalam Negeri Harus Bergegas
- detikInet
Jakarta -
Siap tak siap, proteksi pemerintah terhadap industri perangkat pendukung teknologi Wimax besutan dalam negeri akan dilepas mulai pertengahan 2008 nanti.Pemerintah mulanya memang sengaja mengulur-ulur tender lisensi akses nirkabel pita lebar atau broadband wireless access (BWA) demi melindungi industri lokal agar kelak tidak tergerus bila produk buatan asing mulai masuk.Meski demikian, tak selamanya pemerintah bisa menahan desakan agar segera menenderkan lisensi untuk satu blok frekuensi di pita 2,3 GHz. Tak ayal, industri perangkat pendukung buatan anak bangsa sudah harus bergegas menyiapkan diri mulai detik ini juga.Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto menegaskan, pihaknya telah menyiapkan perangkat aturan berupa Rancangan Peraturan Menteri Kominfo untuk tender BWA yang akan dimulai tahun depan."Namun sekali lagi, industri dalam negeri yang belum siap menjadi hambatan tergelarnya tender tersebut dalam waktu dekat," ujarnya kepada detikINET, Kamis (9/8/2007).Johnny Swandi Sjam, saat menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) sudah sering menyerukan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika agar tender segera digelar mengingat kebutuhan akan layanan yang kerap disebut Wimax itu dianggap sudah begitu mendesak."Kami sebenarnya tidak ingin terlalu memanjakan mereka (industri dalam negeri-red.). Mau sampai kapan? Kita juga tak mau memproteksi secara berlebihan. Nah, mulai pertengahan 2008 mendatang, mereka mau tak mau sudah harus siap karena tender akan kami gelar. Kami sudah mengingatkan jauh-jauh hari," Gatot menandaskan.
(rou/ash)