IGADD: Penetrasi Broadband Indonesia Mampu Capai 20%
- detikInet
Jakarta -
Investor Group Agains Digital Divide (IGADD), koalisi global lembaga-lembaga investor yang dibentuk dengan tujuan untuk menutup kesenjangan digital menargetkan tingkat penetrasi akses Internet cepat (broadband) Indonesia akan mencapai 20 persen pada tahun 2012.Jumlah ini berselisih sangat jauh jika dibandingkan dengan penetrasi broadband Indonesia saat ini yang tidak lebih dari 1 persen.Profesor Craig Warren Smith, pimpinan Digital Divide Institue dari University of Washington mengatakan, masalah kesenjangan digital sekarang ini bukanlah sekadar antara siapa yang memperoleh akses terhadap teknologi digital dengan siapa yang tidak. Tetapi lebih merupakan kesenjangan antara siapa yang memperoleh keuntungan dari akses terhadap teknologi digital dengan siapa yang tidak."Kesenjangan digital juga bukan masalah punya ponsel atau tidak, tetapi sudah mengarah pada ketersediaan broadband," ujar Smith di The Habibie Center, Jakarta (24/7/2007).Smith juga menyambut baik rencana pemerintah yang telah mempersiapkan program Palapa Ring yang siap dibangun di Indonesia bagian timur dalam waktu dekat.Sebab, lewat program inilah dirasa penetrasi broadband Indonesia bisa melonjak dan tentunya dapat meraih target yang dicanangkan IGADD.Sementara itu, Menkominfo Mohammad Nuh juga mengungkapkan keyakinan senada. Menurutnya, lewat Palapa Ring pemerintah akan berusaha untuk memperkecil jurang kesenjangan digital yang ada di negara ini."Insya Allah dengan Palapa Ring, penetrasi broadband Indonesia mampu meraih 20 persen seperti yang ditargetkan IGADD," ujarnya kepada detikINET.Di tempat yang sama juga diadakan acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara The Habibie Center, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Digital Divide Institue.Rancangan ini akan termasuk saran untuk pemerintah dan para pengambil keputusan perusahaan, serta formulasi menganai implementasi tujuan tersebut dengan melibatkan pihak pemerintah, akademisi, LSM, swasta dan masyarakat.
(ash/ash)