Indosat Siapkan 4.000 Handset untuk Migrasi
- detikInet
Jakarta -
PT Indosat Tbk akan menyiapkan sekitar 4.000 handset yang beroperasi di 800 Mhz sebagai kompensasi pada pelanggan Star One di Jakarta yang terkena imbas migrasi frekuensi dari 1900 MHz ke 800 MHz. Direktur Pemasaran PT Indosat, Guntur S. Siboro, mengatakan Indosat hanya menyiapkan ribuan handset karena pelanggan yang diperkirakan bakal terkena dampak migrasi hanya 5% dari total 60.000 pelanggan Star One di Jakarta. "Proses penggantian akan selesai November 2007. Tapi kita belum memilih vendor penyedia handset-nya," ujar Guntur dalam jumpa pers di Kantor Indosat, Kamis (12/7/2007). Penggantian tersebut, ujarnya, dimulai sejak hari ini, Kamis (12/7/2007), dengan cara melakukan verifikasi lewat SMS dan telepon langsung pada pelanggan yang kira-kira akan membutuhkan penggantian. Pelanggan yang dihubungi Indosat itu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-SyaratSyarat-syarat tersebut dibedakan antara pelanggan prabayar dan pascabayar. Untuk pascabayar mencakup, harus menjadi pelanggan yang selama enam bulan terakhir penggunannya rata-rata Rp 50.000 per bulan. Handset yang akan diganti adalah yang nomornya hingga 1 Juli 2007 ini masih aktif. Sedangkan untuk prabayar, syaratnya mencakup pelanggan yang menggunakan nomor selama lebih dari dua tahun dengan penggunaan rata-rata minimal Rp 30.000 per bulan dalam tiga bulan terakhir. Selain dari jenis pelanggan, program penggantian juga akan dilihat dari asal-muasal handset. Indosat akan memberi prioritas pada pelanggan yang mendapatkan handset dari program bundling. "Untuk yang bukan bundling ya itu apresiasi dari kami, karena mereka mau menemani kami dalam proses migrasi ini baik suka dan duka," ujar Guntur. Guntur belum mau mengungkapkan investasi yang dikeluarkan Indosat untuk menyediakan handset bagi pelanggan. "Kalaupun kami ungkapkan, apakah mau diganti (oleh pemerintah)?" tukasnya. Star One saat ini menjangkau 23 kota di Indonesia dengan total pelanggan 434.000. Kurang lebih lima puluh persen pelanggan, ujar Guntur, ada di Surabaya. Seusai migrasi, Star One akan membangun lagi hingga mencapai 40 kota, dengan target pelanggan di akhir 2007 mencapai 700.000 hingga 1 juta pelanggan.
(wsh/wsh)