Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fakta Mengejutkan Bayi Purba Neanderthal Tumbuh Cepat

Fakta Mengejutkan Bayi Purba Neanderthal Tumbuh Cepat


Tim - detikInet

Perapian Neanderthal di Museum Kroasia
Kaum Neanderthal. Foto: Image: (Nikola Solic/Reuters) via The Atlantic
Jakarta -

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa balita manusia purba Neanderthal tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan manusia modern seusianya, kemungkinan merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dingin dan ekstrem.

Penemuan yang didasarkan pada fosil tulang Neanderthal muda yang ditemukan di Gua Amud, Israel, tahun 1990-an-ini menunjukkan Neanderthal dan manusia modern (Homo sapiens) menempuh jalur evolusi berbeda setelah berpisah dari nenek moyang yang sama sekitar 600.000 tahun lalu, menurut peneliti di jurnal Current Biology.

Kerangka anak Neanderthal yang diberi nama Amud 7 tersebut sebelumnya disemayamkan di ceruk dinding gua, dengan rahang rusa merah di atasnya, kemungkinan berfungsi sebagai persembahan pemakaman. Berdasarkan peralatan batu dan bentuk tulang-belulangnya, arkeolog menyimpulkan bahwa kerangka-kerangka di Gua Amud tersebut adalah milik spesies Neanderthal yang hidup antara 51.000 hingga 56.000 tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerangka Amud 7 ditemukan dalam lebih dari 100 serpihan, mencakup fragmen lengan, tungkai, dada, dan tengkorak. Semuanya memperlihatkan anatomi khas Neanderthal meskipun usianya sangat muda. Akan tetapi, karena kerangka bayi Neanderthal sangat langka, peneliti sempat kesulitan memastikan usia kematian Amud 7 yang sebenarnya.

Arkeolog biasanya memperkirakan usia anak dari zaman purba berdasarkan pertumbuhan dan kemunculan gigi, serta ukuran dan kelengkapan berbagai tulang. Kurva pertumbuhan tulang dan gigi bayi manusia modern terdokumentasi dengan baik, namun Amud 7 mengungkapkan fakta setidaknya ada satu tahap pertumbuhan Neanderthal yang berlangsung jauh lebih cepat daripada manusia modern.

ADVERTISEMENT

Ketika para peneliti membandingkan perkembangan gigi Amud 7 dengan manusia modern, gigi seri bawah Neanderthal tersebut mengindikasikan perkiraan usia sekitar 6 bulan. Namun, tulang-belulang Amud 7 justru lebih menyerupai perkembangan tulang balita manusia modern berusia 14 bulan. Ketidakselarasan ini kemungkinan besar berkaitan dengan perbedaan tahapan pertumbuhan.

Meskipun bayi Neanderthal yang baru lahir sebanding dengan bayi manusia modern dalam pembentukan gigi, erupsi gigi, serta panjang tulang lengan dan tungkai, ukuran tengkorak mereka secara signifikan lebih besar.

Memasuki tahap pertumbuhan kedua yakni fase bayi, balita, dan anak-anak awal (usia sekitar 1 hingga 6 tahun), tubuh anak Neanderthal tumbuh secara signifikan lebih cepat ketimbang gigi mereka. Di sisi lain, perkembangan tubuh dan gigi pada bayi manusia modern berjalan jauh lebih proporsional.

Kemudian di fase pertengahan masa kanak-kanak, laju pertumbuhan tubuh dan perkembangan gigi Neanderthal mulai merata dan semakin menyerupai pola pertumbuhan pada anak manusia modern.

"Hasil penelitian ini mengindikasikan pola pertumbuhan bayi Neanderthal kemungkinan berbeda dengan H. sapiens," tulis peneliti. Secara khusus, tubuh bayi Neanderthal berkembang jauh lebih cepat dibandingkan manusia modern pada tahun-tahun pertama kehidupan, namun kemudian menjadi selaras di tahap kanak-kanak selanjutnya.

"Ini mengindikasikan adanya strategi evolusioner yang mengutamakan percepatan perkembangan pada tahun-tahun awal kehidupan. Hal tersebut kemungkinan besar memberikan keuntungan bagi mereka untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem tempat tinggal para Neanderthal," papar para peneliti yang dikutip detikINET dari Live Science.




(fyk/fyk)





Hide Ads