Pendapatan Lintas Suara Antar Operator Turun
- detikInet
Jakarta -
Jumlah pendapatan dari lintas percakapan suara (interkoneksi) antar operator telekomunikasi turun 2,1%. Padahal, di saat yang sama, jumlah trafik panggilan suara lintas operator beserta durasi percakapannya naik 1,72% dan 4,79%.Demikian terungkap dalam penjelasan tertulis Asosiasi Kliring Telekomunikasi (Askitel) yang dikutip detikINET, Senin (2/7/2006). Hasil tersebut berdasarkan catatan yang terhimpun pada triwulan pertama 2007 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Ketua Umum Askitel, Sarwoto Atmosutarno, menilai penurunan tersebut dikarenakan meningkatnya trafik percakapan suara antar sesama jaringan operator (on-net). "Artinya, tujuan pemerintah dalam menurunkan tarif voice telah berhasil," ujarnya dalam acara Askitel Gathering, di Jakarta.Asosiasi itu mencatat, dari 2004 hingga 2006, jumlah pendapatan interkoneksi operator untuk percakapan suara mengalami pertumbuhan rata-rata 35,8% per tahun. Sementara, jumlah interkoneksi panggilan dan jumlah durasi pada periode yang sama meningkat 38,5% dan 42,2% per tahun.Saat ini Askitel beranggotakan 12 operator setelah Hutchison CP Telecom Indonesia dan Smart Telecom ikut bergabung. Sedangkan sebelumnya, operator yang tergabung di Askitel ialah, Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama, Mobile-8 Telecom, Pasifik Satelit Nusantara, Bakrie Telecom, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Natrindo Telepon Seluler, dan Batam Bintan Telekomunikasi.Penurunan Hak dan KewajibanSekretaris Jenderal Askitel, Rakhmat Junaidi mengatakan, sejak berubahnya skema interkoneksi dari bagi hasil (revenue sharing) menjadi berbasis biaya (cost base) awal tahun ini, terjadi penurunan discrepancy atau penurunan perbedaan data hak dan kewajiban yang cukup signifikan pada triwulan pertama 2007."Dibandingkan dengan triwulan pertama 2006 yang jumlah discrepancy-nya sebesar 16,5%, di triwulan pertama 2007, jumlah discrepancy-nya hanya sebesar 2,8%," tukasnya.Sementara, Sarwoto mengungkap, pada 2006, jumlah pendapatan hak interkoneksi operator sebanyak Rp 9 triliun dan jumlah kewajiban hak sebesar Rp 8,9 triliun. "Dengan kata lain, Askitel telah melakukan transaksi interkoneksi dengan total Rp 17,9 triliun," ujarnya.Masih di 2006, jumlah panggilan hak yang tercatat sebanyak 14,5 miliar call dan jumlah panggilan kewajiban 15,6 miliar call, dengan total 30,1 miliar call. Sedangkan, di tahun yang sama, jumlah durasi hak yang tercatat sebanyak 20,3 miliar menit dan durasi kewajiban 20,3 miliar menit, dengan total 40,6 miliar menit."Hasil penghitungan ini semua masih berdasarkan trafik percakapan suara dasar. VoIP dan SMS belum termasuk dalam penghitungan interkoneksi di Askitel," Sarwoto menandaskan.
(rou/rou)