Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Sewa Slot Orbit Satelit Negara Lain

Telkom Sewa Slot Orbit Satelit Negara Lain


- detikInet

Jakarta - PT Telkom Tbk akan menyewa slot orbit milik negara lain demi memastikan peluncuran satelit Telkom-3 pada 2010 mendatang. Empat negara pun dijajaki untuk penyewaan slot tersebut.Investasi untuk satelit Telkom-3 diperkirakan memakan anggaran sekitar US$ 200-300 juta. Namun menurut Direktur Utama PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah, anggaran tersebut tidak akan diambil dari belanja modal (capex) perseroan tahun ini. Dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Senin (2/7/2007), capex yang dianggarkan Telkom untuk 2007 ini sebesar Rp 20 triliun."Kami belum akan mengalokasikan capex tahun ini untuk investasi pembangunan satelit Telkom-3. Lagipula, slot orbitnya juga belum ada," ucap Rinaldi usai RUPS Tahunan di gedung Telkom, Grha Citra Caraka, Jakarta.BUMN telekomunikasi itu tak mau ambil risiko karena satelit Telkom-3 yang semula direncanakan akan menempati slot orbit 150,5 BT, ternyata telah lepas dari tangan Indonesia. Mau tak mau, fokus penempatan satelit tersebut beralih pada slot 118 BT, tempat satelit Telkom-2 bernaung saat ini. Sedangkan, Telkom-2 yang akan direlokasi sebelum 2010 nanti, akan ditempatkan di slot orbit sewaan tersebut."Bukannya tidak minat, tapi kami maklum dengan keadaan ini. Kami masih bisa cari slot yang disewakan karena banyak tersedia di pasaran," kata Kepala Divisi Infrastruktur PT Telkom Tbk, Sarwoto Atmosutarno, di kesempatan lain."Sekarang kita sudah kirim RFI atau request for information ke empat negara, dan dalam waktu sebulan ini kita harap sudah dapat. Akhir tahun ini kerjasama kontraknya sudah harus rampung," jelasnya.Dari satelit Telkom-1 dan Telkom-2, perseroan sudah memiliki 60 transponder. "Semuanya sudah fully loaded," kata Sarwoto. Bisnis satelit, ujarnya, memberikan kontribusi sekitar 6% bagi total pendapatan perusahaan tiap tahunnya.Dalam peluncuran satelit Telkom-3 nanti, Telkom akan membawa sekitar 42-48 transponder. Kata Sarwoto, 12 di antaranya dikhususkan untuk transponder KU-Band dan sisanya baru untuk transponder C-Band. "KU-Band bagus untuk layanan televisi berbayar dan televisi berbasis protokol internet (IPTV)."Pembuatan satelit yang akan memerlukan investasi sekitar US$ 200-300 juta itu diperkirakan memakan waktu 2-3 tahun. "Kami belum menentukan siapa yang akan menjadi vendor-nya," tukas Sarwoto. (rou/rou)






Hide Ads