Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Askitel Ingin Kuasai Penyelenggara SKTT

Askitel Ingin Kuasai Penyelenggara SKTT


- detikInet

Jakarta - Asosiasi Kliring Telekomunikasi (Askitel) menyatakan ingin menguasai secara dominan saham PT Pratama Jaringan Nusantara (PJN), sang penyelenggara Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (SKTT).Ketua Umum Askitel, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan proses due dilligence kepada PJN selaku pemegang kontrak pelaksana kliring trafik (PKT) dengan pemerintah. "Proses ini diperkirakan selesai pada triwulan keempat 2007," ujarnya dalam keterangan pers yang dikutip, Senin (2/7/2007)."Besaran saham yang mau kami ambil dominan. Yang pasti kami ingin menjadi mayoritas di PJN," ucap Sarwoto pada acara Askitel Gathering sebelumnya, tanpa mau menyebutkan jumlah maupun persentase dari rencana pengambilan saham dari para operator anggota asosiasi kliring tersebut."Kami belum bisa menyebutkan karena memerlukan banyak pertimbangan. Besarannya yang mau diambil alih dilihat dari due dilligence. Askitel hanya merekomendasikan kepada para operator anggota," jelasnya.Saat ini Askitel beranggotakan 12 operator setelah Hutchison CP Telecom Indonesia dan Smart Telecom ikut bergabung. Sedangkan 10 anggota sebelumnya ialah, Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama, Mobile-8 Telecom, Pasifik Satelit Nusantara, Bakrie Telecom, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Natrindo Telepon Seluler, dan Batam Bintan Telekomunikasi."Pemerintah, operator, dan PJN pada 27 Februari 2007 lalu di Bali telah bersama-sama menyepakati bahwa dalam SKTT, operator dilibatkan secara langsung sebagai PKT dan menunjuk Askitel sebagai koordinator prosesnya," Sarwoto menukaskan.Sementara itu, Sekretaris Jenderal Askitel Rakhmat Junaidi menandaskan bahwa keinginan Askitel untuk masuk ke PJN adalah untuk memastikan tidak terjadinya kebocoran informasi lalu lintas interkoneksi, karena hal itu diklaim akan merugikan operator yang sebagian besar merupakan perusahaan terbuka. "Kami masih membicarakan, mana informasinya yang bisa dibuka dan mana yang tidak," tandasnya. (rou/rou)







Hide Ads