Telkom Bersiap Ganti Perangkat Telepon Pelanggan Flexi
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom Tbk akan memberi kompensasi berupa penggantian perangkat telepon kepada pelanggan Flexi di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten yang terkena dampak migrasi frekuensi dari 1900 Mhz ke 800 Mhz.Direktur Consumer PT Telkom Ermady Dahlan mengatakan, kompensasi hanya akan diberikan kepada pelanggan Flexi yang masih menggunakan perangkat telepon berbasis CDMA frekuensi tunggal 1900 Mhz."Proses penggantian handset single band sebagai bentuk komitmen kami memberikan layanan yang berkualitas bagi pelanggan. Bagi pelanggan baru yang memiliki handset single band 1900 Mhz setelah tanggal 7 Juni 2007, kami tidak akan memberikan kompensasi," jelasnya dalam jumpa pers di Gedung Telkom Grha Citra Caraka, Jakarta, Kamis (31/5/2007).Meski demikian, Ermady mengatakan Telkom belum memutuskan bentuk dari kompensasi yang akan diberikan. Karena, lanjutnya, proses migrasi harus memperhatikan unsur kepuasan pelanggan, efektifitas dan efisiensi biaya, serta proses bisnis yang tidak menyulitkan."Karena itu sebelum menuju ke arah kompensasi, ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi, yakni registrasi, konsolidasi data, persiapan kompensasi, pemberian kompensasi, hingga akhirnya penghentian atau cut off pelayanan Flexi di frekuensi 1900 MHz pada 31 Desember nanti," jelasnya.Ermady menyebutkan, proses registrasi menjadi kunci penting dalam memberikan kompensasi karena dari situlah dapat diketahui berapa persen dari 1,3 juta pelanggan Flexi yang berada di tiga wilayah tersebut yang menggunakan telepon frekuensi tunggal 1900 Mhz."Kita sudah menyiapkan sistem teknologi informasinya yang dapat mendeteksi jenis handset yang digunakan dan sejak kapan mereka berlangganan layanan Flexi. Jadi, semua transparan," kata dia.Agar proses registrasi berjalan lancar, lanjutnya, Telkom akan menyediakan program pemasaran yang dapat mendorong pelanggan datang ke kantor pelayanan."Saya optimistis proses ini dapat berhasil, karena kita sudah membahas hal ini secara matang yang melibatkan lima divisi langsung di bawah pimpinan saya," tambah Ermady.Ketika ditanya nilai investasi yang dikeluarkan Telkom untuk memberikan kompensasi, Ermady enggan mengungkapkan nilainya. "Terlalu dini bagi kami untuk menyebut angka, mengingat proses registrasi belum dimulai. Kuncinya ada di registrasi tersebut. Begitupun dengan vendor ponsel yang akan ditunjuk. Namanya akan keluar begitu proses registrasi selesai 75 persen," ujarnya.Lebih lanjut Ermady menjelaskan, selama proses migrasi berlangsung layanan Flexi akan beroperasi seperti biasa. Hal ini karena proses migrasi dilakukan dengan sistem overlay yang berarti dalam masa transisi, Telkom membangun jaringan baru di 800 MHz tanpa mematikan jaringan 1900 MHz, sehingga pengguna Flexi dengan handset 1900 MHz dan 800 MHz bisa tetap beroperasi."Karena itu jika ada stigma yang mengatakan akibat isu migrasi, Flexi tidak mengalami pertumbuhan pelanggan saya bantah. Kita tetap tumbuh kok, sekarang kita punya lima juta pelanggan. Secara nasional kita berani menargetkan 6,2 juta pelanggan pada akhir tahun nanti," tandasnya. (rou)
(rou/dbu)