(rou/ash)
Konsorsium Palapa O2 Ring
Tujuh Perusahaan Sepakat Garap Indonesia Timur
- detikInet
Jakarta -
Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengungkapkan ada tujuh perusahaan yang sepakat untuk ikut serta dalam menggarap megaproyek Palapa O2 Ring di kawasan timur Indonesia dengan pola konsorsium."Mereka akan menandatangani MoU (nota kesepahaman, red) konsorsium itu minggu depan, Rabu (16/5/2007)," ujarnya seusai acara serah terima jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika di Gedung Depkominfo, tadi malam, Rabu (9/5/2007).Ketujuh perusahaan itu yakni, Telkom Group (Telkom dan Telkomsel), Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), Bakrie Telecom, Infokom Elektrindo, Powertek Utama Internusa, dan Nusantara Ekaprana Teknogunakelola.Menurut Basuki, masalah biaya menjadi perhatian utama bagi ketujuh perusahaan itu hingga akhirnya sepakat untuk konsorsium. "Itu titik awalnya," ujar dia.Basuki mengatakan, ketujuh perusahaan itu nantinya dipersilakan untuk melakukan kerja sama secara bisnis ke bisnis (B2B) dalam konsorsium itu mengenai kapasitas pembangunan proyek. "Mereka sudah berkomitmen untuk tidak mempermasalahkan soal share," ujarnya.Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan pihaknya ingin menjadi pemain utama dalam mega proyek tersebut. "Kalau bisa, kami inginnya sesuai dengan pangsa pasar trafik telekomunikasi kami secara keseluruhan yakni 50 persen," katanya di sela kesempatan yang sama.Sedangkan Presdir XL Hasnul Suhaimi mengatakan pihaknya siap menggontorkan dana sepersepuluhnya dari total biaya yang diperlukan untuk membangun mega proyek itu secara keseluruhan.Palapa Ring membutuhkan investasi total sekitar US$ 15 miliar hingga US$ 20 miliar. Mega proyek tersebut merupakan inisiatif pemerintah dalam membangun tulang punggung (backbone) infrastruktur serat optik internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten. Proyek tersebut terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).Basuki menegaskan konsorsium yang akan disepakati ketujuh operator itu nantinya tidak termasuk untuk kawasan barat Indonesia. Sebab menurutnya, model bisnis di kawasan timur tidak sama dengan model bisnis di area barat. "Pengaturannya (di barat) tidak semudah di timur," tandasnya.
(rou/ash)
(rou/ash)