Mentari Hongkong Diusili Operator Lokal
- detikInet
Jakarta -
Kehadiran layanan Mentari Hongkong hasil kerjasama Indosat dengan operator setempat CSL, ternyata dianggap sebagai pengganggu bisnis operator lokal Hongkong lainnya.Menurut pengakuan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas layanan Mentari Hongkong, Agus A. Yahya, Division Head Brand Management, MIDI and Integrated Marketing Group PT Indosat, pelanggannya di negara itu sering diusili operator lokal yang menjadi kompetitornya, dengan praktik seperti pembelian kartu yang masih digunakan pelanggannya."Paling tidak ada enam operator yang menggangu pelanggan kami dengan cara hostile take over (akuisisi kartu) dan price war (perang tarif). Dengan yang MVNO (operator virtual, red), jadi ada sepuluh," paparnya ketika dimintai penjelasan oleh detikINET, di Gedung Indosat, Jakarta, Kamis (26/4/2007).Alhasil, dari sekitar 30.000 pelanggan yang menggunakan, Mentari Hongkong sempat mengalami penurunan trafik karena kartu tersebut diperkirakan tidak digunakan setelah diambil alih (dibeli) operator lain. Sayangnya, Agus tidak mau mengatakan berapa penurunan trafiknya."Tapi untungnya kami cepat-cepat bereaksi dengan menawarkan program yang menarik, sehingga penurunan trafiknya tidak terlalu signifikan," ujarnya,diplomatis.Saat ini, diperkirakan ada 100.000 warga Indonesia yang bekerja di Hongkong. Indosat pun berusaha merambah pasar warga Indonesia yang kerap bepergian ke negeri jiran itu, antara lain, pebisnis, pelancong, dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).Melihat potensi pasar yang cukup besar, Indosat menawarkan produk bernuansa lokal. Pada dasarnya, Mentari Hong Kong adalah layanan yang disediakan oleh operator seluler setempat, CSL, namun dijual di toko khusus, dilengkapi menu serta service center berbahasa Indonesia, dan dikenakan tarif lebih murah untuk menelepon ke nomor pengguna Indosat di Indonesia.
(rou/dbu)