'Tender BWA Diundur Bukan Karena 3G'
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah kembali menunda tender penyelenggaran akses nirkabel pita lebar (BWA) yang rencananya digelar Maret 2007 ini. Pemerintah menampik dugaan alasan eksklusifitas 3G di balik penundaan tersebut."Hal itu supaya industri dalam negeri tidak kolaps, jadi bukan karena eksklusivitas layanan 3G," tukas Kepala Bagian Umum dan Humas, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Gatot S. Dewa Broto.Ketika ditemui di kantornya, Senin (12/3/2007), Gatot menjelaskan, alasan penundaan lebih dikarenakan sikap pemerintah yang ingin melindungi industri dalam negeri. Karena saat ini, perangkat penunjang teknologi BWA yang sesuai dengan frekuensi yang ditetapkan pemerintah baru sebatas teknologi yang disediakan Korea Selatan."Kalau single technology dipaksakan , kami kuatir keputusan itu justru akan menguntungkan industri negara lain, bukan industri dalam negeri kita," ujarnya.Pemerintah mulanya berencana menenderkan lisensi penyelenggaran BWA di 17 wilayah di Indonesia pada pita frekuensi 2,3 GHz. Pita frekuensi yang memiliki rentang kapasitas 90 MHz tersebut kemudian dipartisi menjadi enam blok atau masing-masing sebesar 15 MHz. Tadinya, keseluruhan blok tersebut akan ditenderkan semuanya. Namun karena alasan proteksi industri dalam negeri, hanya satu blok saja yang akan diperebutkan.Pun, pemerintah mewajibkan pada calon operator yang ingin memenangkan lisensi BWA, untuk menggunakan konten lokal sebesar 50% pada pengoperasiannya, seperti pada perangkat penunjang. Bersamaan dengan itu, pemerintah terus mendorong industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya dengan cara mendorong penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Keduanya disokong suntikan dana sebesar Rp 15 miliar.Selain ITB dan LIPI, menurut Gatot, beberapa industri lokal lainnya telah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan kebutuhan perangkat penunjang lainnya. Namun demikian, ujarnya, kesiapan tersebut baru sebatas komitmen saja. "Belum ada realisasinya," keluh Gatot.Lagi-lagi rencana tender tersebut tertunda karena kekurangsiapan industri dalam negeri untuk menyediakan perangkat penunjang. Gatot pun belum bisa memastikan tenggat waktu pelaksanaan tender satu blok frekuensi BWA tersebut. "Maret ini impossible, April nampaknya juga belum memungkinkan. Kami tidak bisa memaksakan." katanya.Namun demikian, Gatot berjanji akan mengabarkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan tender dimulai. "Pokoknya tidak mendadak dan semua bidder bisa ikut," tandasnya.
(rou/nks)