Indosat Diminta Maksimalkan Pemanfaatan Slot 150,5o BT
- detikInet
Jakarta -
PT Indosat Tbk. diminta untuk maksimal dan berkomitmen penuh dalam memanfaatkan slot orbit 150,5o Bujur Timur (BT), karena pemerintah dapat mengalihkan kepemilikan slot orbit itu kepada operator lain.Hal itu ditegaskan Ikhsan Baidirus, Direktur Kelembagaan Internasional Ditjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika. Ia mengatakan pemerintah membutuhkan komitmen tersebut karena slot orbit merupakan sumber daya yang terbatas dan mahal."Banyak yang berminat untuk memperoleh alokasi slot orbit, seandainya tidak serius memanfaatkan slot itu maka hak kepemilikannya dapat dicabut," ujar Ikhsan di sela-sela acara sosialisasi penanganan proses izin stasiun radio (ISR) terkait penggunaan satelit, di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (8/3/2007).Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar sebelumnya sempat menyatakan bahwa PT Telkom Tbk. tengah mengincar slot orbit 150,5o BT milik Indosat. Telkom pun telah mengirim surat permohonan pengambilalihan slot orbit Indosat awal Februari lalu.Saat ini Telkom menunggu evaluasi dan keputusan mengenai pengajuan pemanfaatan slot tersebut dari Depkominfo. Telkom kemungkinan akan menempatkan satelit Telkom-2 pada slot orbit 150,5o BT, sementara pada slot 118 o BT akan segera diisi dengan satelit Telkom-3 yang akan diluncurkan pertengahan 2009.Pemerintah akan mengatur batasan kepemilikan satelit asing melalui Peraturan Menkominfo yang memungkinkan pemerintah untuk mengambil alih slot yang masih dimanfaatkan suatu perusahaan dan memindahkan kepada perusahaan lain yang dapat memberikan layanan lebih baik seperti yang terjadi pada slot milik Indosat di posisi 150,5o BT.Lebih lanjut Ikhsan menegaskan, pemerintah tidak akan sembrono untuk mencabut hak kepemilikan slot orbit yang telah diperuntukkan bagi operator tertentu karena dapat mematikan langkah pengembangan usaha operator tersebut."Mereka pasti sudah mempunyai rencana kerja jangka panjang, kalau kita main cabut nantinya akan merusak industri mereka," tukasnya.Satelit IndosatSebelumnya, Direktur Pemasaran Indosat Wahyu Wijayadi mengemukakan bahwa Indosat menyerahkan urusan ini kepada pemerintah. "Yang pasti, kami mengajukan proposal, mereka (Telkom-red) juga mengajukan proposal untuk mendapatkan slot tersebut," kata Wahyu.Di Indonesia saat ini terdapat lima operator yang mengoperasikan tujuh satelit, yaitu Indosat (Palapa C1 slot 113 BT dan Palapa C4 slot 150,5 BT), Telkom (Palapa B1 slot 108 BT dan Palapa B3 slot 118 BT), PT Media Citra Indostar (Indostar slot 107 BT), PSN (Palapa Pasifik slot 146 BT), dan PT ACeS (Garuda1 slot 123 BT).Selama ini Indosat masih mengelola slot orbit 150,5 BT lewat satelit Palapa C4 yang dimanfaatkan untuk komunikasi seperti pendukung layanan seluler, memberikan layanan kepada penyedia akses jaringan (NAP), jaringan tetap tertutup, dan Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (ITKP).Satelit tersebut memiliki 24 transponder C-band dan delapan transponder Ku-band, di mana masing-masing berkapasitas 36 MHz yang diluncurkan pada 14 Mei 1992. Transponder adalah sebuah alat yang menerima percakapan dalam satu frekuensi, kemudian memperkuatnya serta mentransmisikannya kembali ke bumi melalui frekuensi lain.Indosat sendiri akan meluncurkan satelit Palapa seri D menggantikan Satelit Palapa C2 pada pertengahan tahun 2009. Palapa C2 akan berakhir masa orbitnya sekitar 2010 sampai 2011. Peluncuran satelit baru pada 2009 untuk mengantisipasi kendala yang akan terjadi pada satelit baru atau lama.Satelit baru itu berkapasitas 49 transponder yang cakupan areanya mencapai hampir seluruh wilayah Asia Pasifik termasuk India, Jepang, dan Australia. Kapasitas transponder itu lebih banyak dibanding satelit Palapa C2 yang berjumlah 36 transponder.
(rou/nks)