FlexiCombo Telah Dinyatakan Sesuai Regulasi
- detikInet
Jakarta -
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan lapangan di berbagai kota, pihak regulator akhirnya menyimpulkan bahwa layanan FlexiCOMBO Telkom sudah sesuai (comply) dengan kebijakan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Pemeriksaan dilakukan pada bulan November sampai Desember 2006 di Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Batam, Padang, Palembang, Medan, Makassar, Kendari, Manado, Banjarmasin, Pontianak dan Balikpapan.Pernyataan ini tertuang dalam laporan evaluasi yang disampaikan Dirjen Postel kepada Menkominfo melalui surat Nomor 329/DJPT.3/Kominfo/2/2007 tentang Evaluasi Layanan FlexiCOMBO tanggal 12 Februari 2007 yang tembusannya juga dikirimkan kepada Dirut Telkom.BRTI melalui suratnya bernomor 218/BRTI/X/2006 tentang Layanan FlexiCOMBO tanggal 4 Oktober 2006, mengharuskan nomor combo tidak dapat difungsikan di kota asal dan harus otomatis mati ketika pelanggan meninggalkan kota yang bersangkutan (tidak perlu dibatasi durasi tertentu), serta fitur Call Forwarding (pengalihan panggilan) pada saat yang sama hanya dapat diberlakukan dari nomor induk ke satu nomor combo. Layanan FlexiCOMBO sendiri merupakan inovasi yang telah berhasil menjadikan Flexi sebagai telepon bergerak bertarif murah seolah terlahir kembali. Animo masyarakat untuk menggunakan Flexi cenderung terus meningkat pasca peluncuran FlexiCOMBO yang menawarkan tarif lokal di ratusan kota di seluruh Indonesia. Seperti dikatakan Vice President Public and Marketing Communication Telkom Muhammad Awaluddin dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (5/3/2007), hasil ini akan semakin memacu Telkom untuk tidak ragu lagi memasyarakatkan seluas mungkin penggunaan FlexiCOMBO di mana-mana. Sampai dengan bulan Januari 2007, FlexiCOMBO telah menghasilkan sebanyak 2.813.147 transaksi dari sekitar 932.420 pelanggan dengan jumlah user tertinggi pada bulan Oktober 2006 dan transaksi tertinggi pada bulan Desember 2006. Rata-rata jumlah transaksi per user (pengguna flexi) sampai dengan Januari 2007 tercatat sekitar 3 transaksi per user.Pada tahun ini, Telkom berharap dapat meningkatkan basis pelanggan flexi sejumlah 2 juta SSF (Satuan Sambungan Flexi) menjadi 6.2 juta SSF di akhir Desember 2007, dari sebelumnya 4.2 juta pelanggan pada akhir 2006 dengan dukungan 1.548 BTS (base transceiver station) yang tersebar di seluruh Indonesia.
(ash/ash)