Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penerapan Voucher Tunggal Terhambat Kompetisi

Penerapan Voucher Tunggal Terhambat Kompetisi


- detikInet

Jakarta - Masih dijadikannya voucher isi ulang pulsa sebagai alat untuk berkompetisi bagi pelaku industri telekomunikasi di Indonesia, ternyata dianggap menjadi kendala penerapan sistem voucher tunggal bagi produk prabayar Indosat."Meskipun secara teknologi memungkinkan untuk dilakukan, tapi secara pemasaran nampaknya masih agak rumit. Jadi kami akan menundanya hingga jangka waktu yang belum ditentukan," tutur Guntur S. Siboro, Group Head Marketing & Loyalty Indosat, ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (19/1/2007).Jika masih dipaksakan, lanjut dia, penempatan imej dan segmen produk yang selama ini dibangun bisa jadi berantakan. Karena keunikan dari suatu produk yang dijadikan pemanis bagi program pemasaran (unique selling poin) akan hilang."Misalnya, layanan IM3 kan kita posisikan untuk SMS, sedangkan Mentari untuk suara. Jika single voucher dijalankan, bagaimana dengan penawaran Raja SMS atau lainnya, bisa ngamuk pelanggan," jelasnya. Dari hasil kajian internal yang dilakukan Indosat, ungkap Guntur, faktor masa aktif dan bonus yang ditawarkan pada sebuah voucher menjadi salah satu pertimbangan pelanggan untuk menggunakan layanan. "Karena itu saya merasa perlu meluruskan, agar pelanggan tidak resah," tambahnya.Seperti diketahui, belum lama ini Indosat menyatakan akan mengintegrasikan layanan selular dan layanan telepon tetap nirkabelnya (fixed wireless access/FWA) agar memudahkan pelanggan. Integrasi akan dimulai dari penawaran voucher tunggal dan dua nomor yang aktif (GSM dan CDMA) dalam satu paket ponsel.Dijelaskan, untuk integrasi dua nomor dalam satu ponsel memang akan dilaksanakan secepatnya, namun setelah negosiasi dengan vendor ponsel tercapai. "Ada tiga vendor yang kita jajaki untuk kerjasama, yakni, Samsung, ZTE, dan Yulong," ungkap Guntur.Kendala dari integrasi tersebut, menurutnya, ialah sistem pemasaran ponsel di Indonesia yang menganut pasar bebas sehingga operator tidak mau mengambil resiko menjadi penjual ponsel layaknya di luar negeri."Sudah ada kasus unlocking (paket bundling Fren milik Mobile-8 dengan ponsel Samsung, red) terjadi di sini, dan saat dibawa ke pengadilan operator yang menggugat tidak bisa apa-apa. Karena itu kami menginginkan sistem bundling-nya nanti akan dijalankan bersama dengan vendor," Guntur memaparkan.Ia tidak mengatakan tenggat waktu yang pasti kapan paket bundling tersebut akan dilepas ke pasar. "Bisa saja besok kita deal, langsung kita jual. Untuk yang satu ini kami yakin pasar akan antusias, karena 50% pengguna selular juga menggunakan layanan FWA, dan Indosat satu-satunya yang memiliki dua layanan tersebut," ujar Guntur mengakhiri penjelasannya. (rou/rou)




Hide Ads