Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Targetkan Rp 1T dari Jasa Solusi Korporasi

Indosat Targetkan Rp 1T dari Jasa Solusi Korporasi


- detikInet

Jakarta - PT Indosat Tbk menargetkan pendapatan sekitar Rp 1 triliun dari jasa solusi korporasi pada 2007. Target tersebut naik sekitar 25% dibanding tahun sebelumnya. "Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengalokasikan sekitar 15% dari total capex (belanja modal-red) yang sebesar US$ 1 miliar untuk membangun infrastruktur jaringan korporat," kata Group Head National Corporate Sales (NCS) PT Indosat, Bambang Priantono, ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (19/1/2007).Sedangkan mengenai target tersebut, lanjutnya, sama saja dengan kontribusi sekitar 15% bagi revenue perusahaan. "Tetapi itu hanya dari divisi saya saja, karena Indosat memiliki dua divisi lagi yang khusus melayani pasar korporat, yakni Wholesale dan Small Medium Enterprise (SME)," jelasnya, buru-buru.Dalam menawarkan solusi bisnis pada perusahaan korporasi, Indosat melalui unit bisnisnya, Indosat Corporate Solution (ICS), memiliki empat kategori layanan, yakni, Mobility Solution, Voice Solution, Connectivity Solutions, hingga jasa nilai tambah Hosting Solutions. "Empat itu secara garis besarnya. Namun di pasar ini strategi customized dengan value yang tinggi, merupakan kunci memenangkan persaingan, bukan price policy," jelasnya.Bambang menandaskan solusi korporasi yang akan ditawarkan pada pelanggan dan calon pelanggan, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. "Ibaratnya penjahit, kita akan penuhi solusi apapun yang diminta perusahaan. Prioritas layanan solusi korporasi kami memang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan," tegasnya.Hingga saat ini, lanjut dia, divisi yang dipimpinnya telah memiliki 1.000 pelanggan yang bergerak di industri minyak, gas, dan pertambangan (Oil, Gas, and Mining/OGM), perbankan, dan broadcaster. Khusus OGM, Chevron merupakan salah satu pengguna layanan ICS. Sedangkan Citibank, diklaimnya sebagai klien penting solusi korporasi Indosat.Kesiapan InfrastrukturDemi menggeber layanan korporasi, Indosat pun menyatakan kesiapannya dari segi infrastruktur jaringan. Menurut Bambang, jaringan infrastruktur Indosat tidak lagi memiliki kendala karena telah memiliki jaringan serat optik (FO) yang menaungi di hampir seluruh wilayah Indonesia. "Fibre optic Indosat secara nasional telah terhubung dengan membentuk cincin yang mengitari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi," ungkapnya. Ia menambahkan, dengan terhubungnya jaringan serat optik tersebut nantinya dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. "Semua FO kami sudah menggunakan sistem cincin sehingga jika ada yang putus langsung di-back up oleh Network Operation Center (NOC) kami yang selalu siaga memantau kinerja jaringan," jelas Bambang lagi. Dijelaskan, jaringan FO Indosat antara lain menghubungkan kota-kota seperti Medan-Palembang-Lampung dan Jakarta-Bandung-Semarang. Selain itu jaringan serat optik bawah laut (submarine cable) milik Indosat menghubungkan Jawa-Sumatera, Jawa-Kalimantan, Jawa-Sulawesi, Palembang-Batam-Singapura.Menurut Bambang, Indosat juga telah menghubungkan jaringan serat optiknya kepada lebih dari 200 gedung di area Jabodetabek. Selain itu, tambahnya, ada beberapa gedung yang sudah difasilitasi dengan jaringan microwave. Untuk teknologi, lanjutnya, Indosat akan menerapkan Dance Wavelength Divison Multiplexing (DWDM) yang memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan serat optik hingga 80 kali dari kemampuan normal. "Sehingga pelanggan mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan biaya minimal," ucap Bambang.Sedangkan demi memberikan value yang tinggi pada pelanggan, lanjutnya, pada tahun ini NCS telah melakukan beberapa usaha seperti, mempercepat pengembangan jaringan, menawarkan teknologi yang efisien, meningkatkan kualitas layanan, dan intimasi pelanggan.Peningkatan kualitas layanan pun dilakukan dengan menetapkan waktu pemasangan tidak lebih dari 12 hari, jika kondisi jaringan belum sempurna atau 1x 24 jam jika semua infrastruktur sudah dimiliki oleh pelanggan. "Kita tidak pernah main-main dengan kepuasan pelanggan. Percuma saja 15% belanja perusahaan yang kita gunakan tahun ini, jika hasilnya masih mengecewakan pasar," tandas Bambang. (rou/rou)





Hide Ads