Telkom Belanja Rp 1 T untuk Sistem TI Terpadu
- detikInet
Jakarta -
Telkom menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun hingga 2008 untuk membangun sistem teknologi informasi (TI) terpadu berbasis protokol Internet. Wakil Dirut Telkom Garuda Sugardo mengatakan dengan pembangunan sistem TI yang terpadu, pihaknya yakin dapat memenangkan persaingan di industri telekomunikasi nasional."Telkom cukup kesulitan dalam mengembangkan segmen infrastruktur karena banyaknya aturan yang mengikat perusahaan BUMN sehingga tidak secepat perusahaan swasta," ujarnya di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (11/1/2007)Menurut Garuda, Telkom akan membangun sistem yang lebih baik dari operator lain berbasiskan protokol Internet. "Karena bila tidak maka Telkom akan mudah dilibas oleh operator seluler," tegasnya.Tingkat kompleksitas sistem pada seluler, kata Garuda, lebih sederhana dari Telkom yang memiliki banyak produk dan mengurusi lebih dari 200 kode area, berbeda dengan seluler yang mungkin hanya kompleks pada segmen jelajah (roaming).Telkom menganggarkan pembangunan solusi TI sekitar 3% dari total pendapatannya guna meningkatkan efisiensi sampai 3-5%. Salah satu solusi TI yang akan dibangun adalah TeNOSS (Telkom National Operational Support System) yang merupakan bagian dari program Infusion 2008. Garuda melanjutkan, Infusion akan melibatkan 8.000 sumber daya manusia (SDM) dengan total anggaran sebesar Rp 1 triliun yang terbagi pada jaringan Telkom dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp 500 miliar.Di 2006 lalu, anggaran Telkom untuk TI mencapai Rp 92,5 miliar dan tahun ini direncanakan sekitar Rp 400 miliar. Dengan pembangunan sistem TI terpadu, BUMN telekomunikasi itu menggabungkan berbagai sistem lain yang sebelumnya terpisah, seperti sistem komunikasi microwave, sistem komunikasi satelit domestik (SKSD), sistem komunikasi serat optik (SKSO), dan lainnya termasuk sistem billing tunggal."Infusion akan mengelola seluruh alat produksi Telkom. Pada saat era IP tidak akan ada lagi interkoneksi, yang ada hanya hubungan antara E1 (sirkit transmisi digital-red) satu dengan E1 lainnya. Kalau sekarang jumlah titik interkoneksi sangat banyak," ujarnya.Proyek pembangunan jaringan TI Telkom dimulai sejak Juni 2006 dan akan selesai Maret 2007 untuk fase implementasi pertama untuk melayani segmen pelanggan kelas atas atau korporasi. Pada April 2008 akan diterapkan di seluruh Divisi Regional yang akan melayani pelanggan korporasi dan retail.Khusus untuk aplikasi TeNOSS, Telkom menggandeng Clarity, sebuah perusahaan penyedia sistem pendukung operasional industri telekomunikasi asal Australia. Selain Telkom, perusahaan itu juga menjadi penyedia bagi operator Telekom Malaysia dan sejumlah operator di Australia.
(rou/rou)