Koneksi Internet Masih Macet
Aktivitas Bisnis Online Asia Lamban
- detikInet
Jakarta -
Perusahaan-perusahaan besar di wilayah Asia kemungkinan besar akan mengalami kerugian di hari-hari pertama penjualan di tahun baru ini.Pasalnya, layanan perdagangan dan perbankan online masih lambat karena kemacetan jalur Internet sebagaimana yang dialami Singapura dan Korea setelah liburan tahun baru. Demikian dikutip detikINET dari bloomberg, Selasa (2/1/2007).Operator kabel seperti Singapore Telecommunications Ltd. dan PCCW Ltd. Hong Kong bahkan menggunakan backup link fiber optik dan sistem satelit untuk me-routing ulang akses Internet.Aktivitas bisnis yang bergantung pada komunikasi elektronik antara wilayah tersebut dengan Amerika Utara -- seperti perusahaan dagang, bank dan pasar saham -- diperkirakan akan mengalami kerugian paling parah jika perbaikan gagal."Efek ke bisnis baru bisa dievaluasi ketika kabel telah diperbaiki. Harapan kami, kasus ini hanya berpengaruh pada ketidaknyamanan saja. Kalau hal ini berimbas pada ekonomi Hong Kong, kami mungkin akan menyelidiki dan mengembangkan mekanisme yang lebih baik," ujar Chan Wai-kwan, senior director Hong Kong General Chamber of Commerce.Hong Kong Stock Exchange dan Securities & Futures Commission dikabarkan juga telah berjalan normal pada minggu lalu. Demikian halnya dengan operator telekomunikasi terbesar Asia, Singapore Telecom, menyatakan bahwa akses Internet dan telekomunikasi di negara tersebut kian membaik.Sementara itu, PCCW dan China Network Communications Group Corp., yang menjadi operator terbesar kedua di Cina melaporkan, layanan komunikasi mereka pun mulai membaik sejak 29 Desember 2006.
(lni/dwn)