Komunikasi Investasi Tersendat, Mail Internal Makin Aktif
- detikInet
Bandung -
Lumpuhnya koneksi internet internasional akibat gempa di Taiwan menimbulkan dampak beragam bagi instansi-instansi di Jawa Barat.Kegiatan komunikasi terkait promosi investasi yang dilakukan Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Propinsi Jawa Barat, terganggu menyusul rusaknya jaringan internet Asia akibat gempa di Taiwan.Hal itu terjadi lantaran selama ini, kegiatan promosi BPPMD Jabar mengandalkan situs internet yang di-hosting di perusahaan penyedia jasa internet (internet service provider/ISP) yang berada di Amerika. "Kita menggunakan WestJavaInvest.com untuk kegiatan promosi yang ISP-nya ada di Amerika. Sejak kemarin hingga sekarang tidak bisa dibuka," Luki Nurhidayat, staf admin IT BPPMD di ruang kerjanya, di Jl Sumatera, Bandung, Jawa Barat.Padahal selama ini, kata Luki, website itu biasa digunakan untuk korespondensi antara BPPMD dengan usaha kecil menengah (UKM) di Jabar dan calon investor khususnya dari luar negeri. Biasanya setiap hari belasan e-mail masuk untuk kepentingan ivestasi."Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami tunggu saja sampai jaringan internet lancar. Untung saja saat ini tidak ada event karena menjelang akhir tahun, sebab jika ada event email yang masuk bisa berpuluh-puluh," ujar Luki.Berbeda dengan Badan Perencanaan Sistem Telematika Daerah (Bapesitelda) Jabar yang merupakan pengelola portal Jabar, yaitu jabar.go.id. Menurut penanggung jawab jabar.go.id Erawan, kegiatan operasional Bapesitelda, khususnya untuk portal tidak mengalami kendala karena servernya ada da dalam negeri. Hal itu sama dengan internet dinas-dinas lain di Jabar yang berada di bawah Sistem Informasi Manajemen Daerah.Sementara itu, Badan Perencanaan Daerah Jawa Barat (Bapeda Jabar) mengungkap, lumpuhnya koneksi internet internasional di satu sisi berdampak pada makin aktifnya penggunaan webmail internal. "Selama ini para pejabat menggunakan dua e-mail, Yahoo dan webmail internal. Karena internet mati, webmail internal jadi lebih aktif karena kegiatan surat-menyurat apapun, untuk beberapa waktu ke depan menggunakan webmail internal," papar Diding Wahyudin, pelaksana sistem informasi Bapeda Jabar. Menurut Diding, yang kemudian jadi kendala adalah sulitnya browsing ke berbagai situs asing, serta komunikasi interaktif dengan Instant Messanger.
(nks/nks)