Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Korsel Batasi Penggunaan Ponsel untuk Anak

Korsel Batasi Penggunaan Ponsel untuk Anak


- detikInet

Seoul - Semakin banyaknya anak remaja yang memakai ponsel di kelas bahkan sampai ada anak lelaki (17) yang bunuh diri gara-gara tagihan telepon membengkak, membuat pemerintah Korea Selatan mengambil sikap.Korsel akan segera memberlakukan aturan baru penggunaan ponsel untuk anak remaja. Sedianya mulai awal tahun depan, akan ada kontrak terpisah untuk pelanggan berusia belasan tahun.Melalui sistem bill ceiling, pemakaian telepon anak nantinya akan dibatasi sehingga mereka tidak akan bisa menghabiskan lebih dari US$ 40 per bulannya.Kontrak tersebut juga akan mengajarkan anak dan orangtua tentang bagaimana cara mencegah pemakaian layanan ponsel yang berlebihan."Menurut saya, ini adalah sistem pertama di dunia yang ditujukan untuk membimbing anak dalam menggunakan ponsel dengan penuh tanggung jawab," kata Menteri Telekomunikasi, Hong Sung-Wan.Peraturan baru tersebut, lanjut Hong, dimaksudkan agar orangtua bisa mengontrol penggunaan ponsel anak mereka.Menurut hitung-hitungan statistik pemerintah, dari enam juta anak remaja di Korsel, lebih dari empat juta diantaranya memiliki ponsel."Jumlah remaja berusia 13-18 tahun dan yang menghabiskan lebih dari 100.000 won (US$ 108) per bulannya adalah 100.000 orang," jelas Hong kepada AFP, yang dikutip detikINET, Kamis (14/12/2006).Dikatakan Hong lagi, umumnya layanan favorit yang diakses anak adalah game online dan pesan teks (SMS).Di bawah payung peraturan itu, anak juga akan diberitahu detil layanan dan panggilan yang boleh diakses. Untuk mencegah anak masuk ke konten 'dewasa', perusahaan telekomunikasi dan pihak Kementerian juga akan melakukan kampanye dimana anak diminta untuk memakai nama sendiri ketika mendaftar, bukan nama orangtua. (dwn/dwn)





Hide Ads