Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom dan BRTI Saling Keukeuh Soal Flexi Combo

Telkom dan BRTI Saling Keukeuh Soal Flexi Combo


- detikInet

Jakarta - Telkom mengatakan layanan Flexi Combo sudah diperbaiki dan dilaporkan ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), bahwa layanan tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel Dengan Mobilitas Terbatas. "Kita sudah kirim surat keterangan bermaterai, semua sudah hidup sekarang," kata Guntur Siregar, Direktur Consumer Market PT Telkom Tbk. kepada wartawan usai acara 11 Tahun Telkom Go Public, di Hotel JW Marriot, Selasa (14/11/2006). "Kita sekarang sudah comply dengan KM 35/2004 dan permintaan BRTI."Namun, BRTI mengatakan layanan tersebut masih diistirahatkan, sampai batas waktu yang ditentukan BRTI kemudian."Layanan Flexi di luar DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur masih diistirahatkan. Kami, regulator pada tanggal 10 November memang sudah menerima surat bahwa mereka (Telkom) comply dengan KM 35/2004, dan akan kita bawa ke rapat pleno BRTI. Tapi ini belum final. Kita masih akan cek ke lapangan, apakah layanan tersebut sudah sesuai aturan," papar anggota BRTI Heru Sutadi, saat dihubungi detikINET, Selasa (14/11/2006).Menurutnya, Telkom telah melewati batas waktu penyerahan surat keterangan bermaterai kepada BRTI, yang semula disepakati harus sudah diterima BRTI paling lambat tanggal 9 November 2006. "Kami sebagai lembaga baru terima surat itu pada tanggal 10 November," kata Heru.Kenyataan di lapangan, fitur Combo masih dapat dimanfaatkan oleh pelanggan. Fitur ini memungkinkan pelanggan Flexi dengan kode area tertentu, memakai nomornya saat berada di luar daerah yang memiliki kode area berbeda.Dijelaskan Guntur, Flexi mengalami kenaikan pendapatan rata-rata dari tiap pelanggan (average revenue per user/ARPU). Di kuartal ketiga 2006 ARPU Flexi (prabayar dan pascabayar) mencapai Rp 56.000, dari sebelumnya Rp 53.000 pada kuartal ketiga 2005. Jumlah pelanggan mengalami penurunan, yaitu 4 juta pelanggan pada akhir 2005 turun menjadi 3,8 juta pelanggan sampai saat ini. Hal ini, menurut Guntur, disebabkan karena adanya migrasi frekuensi dan registrasi prabayar. Meski begitu, Guntur optimis jumlah pelanggan Flexi akan meningkat, dan diproyeksikan menjadi 4,2 juta sampai akhir 2006, dan 6,2 juta pelanggan sampai akhir 2007. Optimisme tersebut, kata Guntur, didukung karena adanya pertambahan BTS, program-program pengembangan yang segera diselesaikan setelah sempat tertunda, serta proses migrasi frekuensi dari 1.900 MHz ke 800 MHz yang diperkirakan selesai Juni 2007.Pendapatan Flexi memberi kontribusi 7 persen dari keseluruhan pendapatan Telkom Group pada kuartal ketiga 2006. Dijelaskan Guntur, program promo Flexi SurePrice berhasil meningkatkan trafik voice Flexi menjadi 82 persen. (ketepi/ketepi)





Hide Ads
LIVE