Pembangunan USO Tunggu Selesainya BLU
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah akan mengubah teknis pelaksanaan Universal Service Obligation (USO) tahun ini dengan cara outsourcing. Untuk menuju ke arah itu, terlebih dahulu akan dibentuk unit Badan Layanan Usaha (BLU) yang akan mengatur segala hal yang berurusan dengan layanan pedesaan itu.Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil mengatakan pemerintah tidak bisa melakukan obligasi USO seperti tahun-tahun sebelumnya, karena pembangunan telepon pedesaan praktis tak berfungsi optimal karena minimnya perawatan di daerah terpencil. "Dulu, setelah dibangun, itu barang milik pemerintah yang di tengah-tengah hutan itu praktis tidak bisa dipakai lagi, karena tidak ada yg merawat. Oleh sebab itu, USO nanti akan dibangun oleh yang menang tender dengan penawaran harga termurah, kita hanya membeli dan mensubsidi services-nya saja," papar Sofyan saat Open House Idul Fitri 1427 H di rumah dinasnya di Jakarta.Pemenang tender USO dengan harga termurah itu nantinya, ujar menteri, dipersilakan untuk membangun fasilitas telekomunikasi di pedesaan yang kemudian akan menjadi aset perusahaan pemenang tender tersebut. Nanti, pemerintah hanya akan membeli jasa layanan saja tiap tahunnya dengan jaminan pembayaran untuk periode lima tahun.Dengan demikian, lanjut Sofyan, fasilitas telepon pedesaan tetap akan terpakai selama lima tahun dan bisa dikontrol dari pusat bila ada layanan yang tak berfungsi optimal atau rusak. Untuk itu, pemerintah tengah mengubah bentuk pengorganisasiannya. "Tadinya kita berfikir untuk merubah Peraturan Pemerintah (PP), tapi ternyata harus dibikin sebuah lembaga seperti BLU (Badan Layanan Usaha) dan uang USO yang Rp 500 miliar itu akan dialokasikan untuk BLU. Nanti, BLU ini yang akan mengelola uang dan yang akan menggelar tender USO," jelas beliau.BLU, kata Sofyan, seperti unit organisasi departemen di BUMN yang berada di bawah Kementerian Kominfo. Nantinya, BLU yang akan mengurus pembayaran uang sewa bulanan layanan yang asetnya akan dibangun oleh pemenang tender USO. Lalu, kapan pembentukan BLU ini? "Kita sedang meminta persetujuan dari Menteri Keuangan dan Menteri PAN. Mudah-mudahan November ini selesai supaya tender USO bisa langsung digelar," jawab Sofyan.Menkominfo mengungkapkan, tahun ini paling sedikit pemerintah akan membangun 8.000 telepon pedesaan dari 30.000 desa yang belum ada telepon melalui proses tender. Pelaksanaan tender, lanjutnya, bisa dilakukan secara serentak dan bisa juga digelar di beberapa wilayah yang terbilang mendesak. "Baru setelah itu kita akan bangun warnet-warnet di desa-desa," tandasnya demikian. Sementara itu, Presiden Direktur Excelcomindo Pratama (XL) Hasnul Suhaimi menyarankan, untuk pembangunan USO di daerah Kawasan Timur Indonesia sebaiknya dilakukan dengan cara konsorsium oleh semua operator telekomunikasi. (rou)
(annisa/annisa)